Skip to main content

Loading...

Inisiator
Cerita Kami Komunitas
Masuk Mulai Sekarang
Selamat Datang di Inisiator
Temukan cerita menakjubkan
Beranda Cerita Kami Peringkat

Bahasa

ID
EN
Masuk Daftar

Menggulingkan Pemerintahan

Rencana 2025 sebenarnya ada banyak.
Ada yang receh, ada yang besar, ada yang mungkin cuma akan berakhir di catatan Notes lalu dilupakan. Mythic Immortal. Jadi YouTuber. Konsisten olahraga. Baca buku

  1. Home
  2. /
  3. Articles
  4. /
  5. Menggulingkan Pemerintahan
Dec 20
4 min read
138 views
Author: Jabbar A. Panggabean

Article Actions

Interact with this article

Clap
0 claps
Save
Add to bookmarks
Reading List
Add to reading list

Rencana 2025 sebenarnya ada banyak.
Ada yang receh, ada yang besar, ada yang mungkin cuma akan berakhir di catatan Notes lalu dilupakan. Mythic Immortal. Jadi YouTuber. Konsisten olahraga. Baca buku lebih banyak dari tahun sebelumnya. Hidup sedikit lebih rapi dari kemarin.

Semua orang punya daftar seperti itu.
Sebagian ditulis dengan serius, sebagian cuma untuk menenangkan diri. Bukan karena yakin akan tercapai, tapi karena menurutku, manusia perlu merasa sedang menuju sesuatu.

Dari semua rencana itu, yang bisa kuceritakan sebenarnya cuma satu. Dan ini pun baru muncul satu dua pekan yang lalu.

Menggulingkan pemerintahan.

Tenang.
Bukan dengan kekerasan.
Bukan dengan senjata.
Bukan dengan teriakan kosong di jalanan.

Yang kumaksud adalah menggulingkan cara berpikir yang melahirkan pemerintahan seperti sekarang.

Aku sadar, negara tidak runtuh karena satu orang jahat. Negara runtuh karena terlalu banyak orang biasa yang dibiarkan tumbuh tanpa arah. Maka kalau mau perubahan yang bertahan lama, yang digulingkan bukan kursinya, tapi fondasinya.

Sejarah sudah lama membuktikan ini. Negara yang benar-benar berubah tidak dimulai dari revolusi berdarah, tapi dari generasi yang dibentuk dengan disiplin, pengetahuan, dan tujuan.

Singapura tidak jadi Singapura karena kebetulan. Jepang tidak bangkit dari abu perang karena mukjizat. Mereka kalah, hancur, dipermalukan, lalu duduk dan bertanya dengan jujur: apa yang salah dari cara kami mendidik manusia.

Jawabannya hampir selalu sama. Pendidikan. Etos kerja. Rasa malu. Tanggung jawab kolektif.

Di Jepang, keterlambatan dianggap mencuri waktu orang lain.
Di Singapura, korupsi bukan cuma kejahatan hukum, tapi aib sosial.
Di banyak negara maju, pejabat takut pada rakyat bukan karena rakyat galak, tapi karena sistem membuat kebohongan mahal.

Bandingkan dengan kita. Di sini, kebohongan bisa jadi karier. Kegagalan bisa dibingkai jadi prestasi. Korupsi bisa jadi bahan candaan.

Aku tidak naif. Aku tahu Indonesia tidak bisa disamakan begitu saja dengan negara lain. Sejarahnya berbeda. Budayanya kompleks. Luka kolonialnya panjang.
Tapi satu hal universal tetap berlaku: negara adalah cerminan manusia yang mengisinya.

Maka rencana menggulingkan pemerintahan yang kupikirkan bukan soal 2025, atau 2030. Ini rencana jangka panjang. Mungkin terlalu panjang untuk dilihat hasilnya olehku sendiri.

Caranya sederhana, tapi berat. Menciptakan generasi yang lebih baik.

Generasi yang membaca sebelum berbicara. Yang bertanya sebelum percaya. Yang malu saat berbuat curang. Yang tidak menganggap bodoh itu lucu, dan tidak menganggap licik itu cerdas.

Aku ingin terlibat, sekecil apa pun, dalam ekosistem itu. Lewat tulisan. Diskusi. Pendidikan informal. Percakapan jujur. Membiasakan skeptis tanpa sinis. Kritis tanpa merasa paling benar.

Karena menggulingkan pemerintahan dengan cara paling elegan adalah memastikan mereka tidak pernah lahir lagi.

Bukan dengan menjatuhkan satu rezim, tapi dengan memutus suplai manusia yang cocok untuk rezim busuk. Bukan dengan teriak revolusi, tapi dengan pelan-pelan membuat kebodohan tidak lagi laku.

Mungkin ini terdengar terlalu idealis. Mungkin juga terlalu lambat.

Tapi aku semakin percaya, perubahan yang terburu-buru sering hanya mengganti wajah, bukan watak. Dan aku lelah hidup di negara yang terus mengganti wajah tapi mempertahankan watak yang sama.

Jadi ya, itulah rencana 2025 yang bisa kuceritakan.
Bukan Mythic Immortal.
Bukan YouTuber.

Tapi upaya kecil untuk ikut menggulingkan masa depan yang buruk, dengan membangun kemungkinan masa depan yang lebih layak.

Kalau gagal, setidaknya aku tahu aku tidak diam. Dan di negara seperti ini, itu saja sudah terasa seperti perlawanan.

Jabbar A. Panggabean
Written by Jabbar A. Panggabean
Verified Book Author
Book Author
✨ Permanent verification
14 followers · 30 following

Software Engineer at Inovasi Karya ID

Jabbar A. Panggabean
Written by Jabbar A. Panggabean
Verified Book Author
Book Author
✨ Permanent verification
14 followers · 30 following

Software Engineer at Inovasi Karya ID

Explore more

  • At Ease
  • Menjaga Alam, Menyayangi Diri: Perjalanan dari Sekadar Tinggal Menjadi Peduli
  • Quotes Bijak🖤
  • Naik Kereta, Belajar Canva
  • Day 12- hal-hal yang kupelajari tanpa pernah mendaftar kelasnya.

Responses (1)

Join the Discussion

Sign in to share your thoughts and engage with the community.

Sign In to Comment
Isma Hdy
Isma Hdy 1 month ago
Lanjutkan rencana ini ke 2026 bung!

More from Jabbar A. Panggabean

Discover more insights from this author

Kalimat Pengingat

Setiap tahun rasanya selalu ada satu kalimat yang diam-diam kita cari.

Dec 24, 2025

Warna

Yang mewakiliku di Tahun 2025.

Dec 23, 2025

Wajah-wajah Baru Tahun Ini

Tahun 2025 datang dengan wajah-wajah baru. Lebih banyak dari yang kuduga. <br>Sebagiannya singgah sebentar. Sebagiannya...

Dec 22, 2025

Kebiasaan Lama (Yang Baru)

Masih ngomongin soal 2025. Well yeah, aku memulai tahun ini dengan cara yang sedikit berbeda. <br>Untuk pertama kalinya,...

Dec 21, 2025
Explore All Stories
Inisiator

Tempat orang berbagi kisah, membangun komunitas, dan menginspirasi masa depan.

Profil Pendiri

Produk

  • Fitur
  • Harga
  • Untuk Tim
  • Pembaruan

Sumber Daya

  • Blog
  • Tentang Kami
  • Pusat Bantuan
  • Komunitas

Legal

  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Kebijakan Cookie

Tetap terhubung

Dapatkan cerita terbaru, pembaruan, dan wawasan kreator langsung ke email Anda.

© 2026 Inisiator oleh Jabbar A. P. (Saya siap bekerja!)