Setiap tahun rasanya selalu ada satu kalimat yang diam-diam kita cari.
Bukan slogan besar. Bukan mantra motivasi yang ditempel di dinding. Tapi satu kalimat sederhana yang, entah kenapa, terasa pas dengan kondisi hidup kita saat itu.
Tahun ini, aku menemukannya di Atomic Habits.
Kalimatnya kurang lebih begini:
โYou do not rise to the level of your goals. You fall to the level of your systems.โ
Awalnya terdengar biasa. Bahkan agak dingin. Tidak puitis. Tidak menggebu-gebu. Tapi semakin lama kupikirkan, semakin terasa menampar.
Selama ini, aku sering hidup dengan target. Ingin ini. Ingin itu. Ingin lebih baik. Ingin lebih rapi. Ingin lebih mapan.
Masalahnya, keinginanku selalu lebih cepat daripada kebiasaanku.
Aku ingin hidup teratur, tapi tidak punya sistem.
Aku ingin berkembang, tapi mengandalkan niat.
Aku ingin konsisten, tapi berharap pada motivasi.
Dan seperti yang sudah bisa ditebak, semuanya sering berhenti di tengah jalan.
Tahun ini berbeda. Bukan karena aku tiba-tiba lebih disiplin. Tapi karena aku mulai menerima satu kenyataan sederhana: hidupku akan selalu jatuh ke sistem yang kupunya.
Kalau sistemku berantakan, hasilnya juga akan begitu. Tidak peduli seberapa besar niatku.
Kalimat itu terasa relevan dengan hampir semua hal yang sedang kujalani.
Dalam rumah tangga, cinta saja tidak cukup. Yang dibutuhkan adalah sistem. Cara berkomunikasi. Cara menyelesaikan konflik. Cara mengatur uang. Cara mendengarkan tanpa defensif.
Tanpa itu, niat baik hanya akan jadi kelelahan yang berulang.
Dalam pekerjaan, keinginan untuk berkembang tidak ada artinya tanpa kebiasaan belajar yang nyata. Duduk. Membaca. Mencoba. Gagal. Mengulang.
Bukan seminggu sekali saat semangat datang, tapi sedikit setiap hari, bahkan saat malas.
Dalam hidup secara umum, aku mulai sadar bahwa aku tidak perlu jadi orang yang luar biasa. Aku hanya perlu jadi orang yang cukup konsisten dengan sistem yang masuk akal.
Kalimat dari Atomic Habits itu tidak menyuruhku bermimpi lebih tinggi.
Ia menyuruhku menunduk. Melihat rutinitas. Melihat kebiasaan kecil yang sering diremehkan.
Dan bertanya dengan jujur: sistem seperti apa yang sedang kubangun setiap hari.
Tahun ini, aku tidak lagi ingin mendefinisikan diriku dari target besar.
Aku ingin mendefinisikan diriku dari kebiasaan yang kulakukan saat tidak ada yang melihat.
Karena mungkin, di situlah hidup sebenarnya dibentuk.
Bukan di resolusi tahunan.
Bukan di rencana lima tahun.
Tapi di sistem kecil yang kita jalani diam-diam, setiap hari.
Dan untuk tahun ini, kalimat itu terasa tepat.
Bukan karena ia memberiku harapan besar, tapi karena ia memberiku pegangan yang jujur.
Responses (0)
Join the Discussion
Sign in to share your thoughts and engage with the community.
No Comments Yet
Be the first to share your thoughts on this article!