Skip to main content

Loading...

Inisiator
Cerita Kami Komunitas
Masuk Mulai Sekarang
Selamat Datang di Inisiator
Temukan cerita menakjubkan
Beranda Cerita Kami Peringkat

Bahasa

ID
EN
Masuk Daftar

Perihnya Jarak di Kala Kehilangan

Pengalaman mengikhlaskan kepergian nenek saat jauh darinya mengajarkan rentang patah hati dan ikhlas.

  1. Home
  2. /
  3. Articles
  4. /
  5. Perihnya Jarak di Kala Kehilangan
May 03
3 min read
259 views
Author: Fadia yusra

Article Actions

Interact with this article

Clap
0 claps
Save
Add to bookmarks
Reading List
Add to reading list
Perihnya Jarak di Kala Kehilangan

Nenek ku sayang

Sedikit cerita pengalaman saya tentang mengikhlaskan kepergian nenek saat magang di luar daerah, Patah hati yang luar biasa ketika saya mendapatkan kabar di malam hari itu, saat saya mengerjakan tugas-tugas magang di malam itu sebuah pesan singkat di layar ponsel mengabarkan bahwasanya nenek saya sedang sakit parah, saya mencoba menghubungi keluarga saya yang berada di sana tetapi tidak bisa di karenakan saya magang di daerah terpencil yang sulit untuk mengakses internet, Kekhawatiran yang luar biasa memenuhi pikiran saya, saya terus mecoba untuk menghubungi keluarga saya dan akhirnya setelah satu jam lebih saya berusaha untuk menghubungi mereka akhirnya saya dapat menghubungi mereka melalui video call, saya melihat nenek sudah terbaring tidak berdaya dan sudah di kelilingi oleh keluarga besar saya , melihat kondisi nenek seperti itu untuk mengucapkan sepatah kata pun tidak bisa tersampaikan, air mata membasahi pipi, pikiran tak karuan. Ibu menyampaikan agar mendoakan nenek dan harus ikhlas bila terjadi apa yang tidak diinginkan. akhirnya saya mematikan video call saya karena tidak sanggup melihat kondisi nenek seperti itu, saat itu untuk menenangi hati saya, saya melaksanakan shalat dan berdoa untuk nenek saya, berpuluhan kali doa saya ucapkan untuk merayu tuhan agar tidak terjadi hal yang tidak saya inginkan. Tapi bagaimana pun usaha yang kita lakukan kita tidak bisa mengubah qada yang sudah di tentukan oleh Tuhan, setelah shalat subuh saya membuka kembali ponsel saya, kabar yang tidak ingin saya dapatkan itu akhirnya datang, Nenek sudah tiada ikhlaskan nenek ; pesan dari ibuku, pesan itu merenggut senyumku, Tangis ku tak terkendali, teman-teman magang pun menghampiriku dan menenangkanku. Bagaimana mungkin aku berada begitu jauh di saat-saat terakhirnya? Penyesalan mencubit tanpa ampun, membayangkan tangan lembutnya tak sempat kugenggam, bisikan sayang yang tak terucap. rasa bersalah menghantuiku. Magang ini, yang seharusnya menjadi langkah awal menuju impianku, terasa begitu egois sekarang.  Penyesalan demi penyesalan bagai duri yang menghujam relung hati. air mata terus mengalir, membasahi pipi tanpa bisa kuhentikan. Di tengah kesendirian ini, aku mencoba mengingat setiap nasihatnya, setiap senyumnya, setiap pelukannya. Kenangan-kenangan itu adalah satu-satunya yang tersisa, dan aku akan menjaganya erat-erat di dalam hatiku. Meskipun jarak memisahkan raga, aku tahu bahwa cinta nenek akan selalu bersamaku. Ia akan menjadi bintang penuntun dalam setiap langkahku, mengingatkanku untuk selalu menjadi pribadi yang lebih baik, seperti yang selalu ia harapkan.Selamat jalan, Nenek sayang. Semoga engkau tenang di sisi-Nya. Kelak, kita pasti bertemu lagi. Dan saat itu tiba, aku akan memelukmu erat, menebus semua waktu yang hilang karena jarak.

Pengalaman saya tentang mengikhlaskan kepergian nenek saat magang di luar daerah mengajarkan kita tentang patah hati dan ikhlas. Rasa sakit yang mendalam dan penyesalan atas ketidakmampuan untuk berada di samping nenek di saat-saat terakhirnya menunjukkan betapa berharganya waktu bersama orang yang dicintai. Namun, ikhlas berarti menerima ketentuan Tuhan dengan hati yang tenang dan sabar, meskipun sulit untuk melakukannya. Doa dan harapan dapat membantu dalam proses ikhlas dan memberikan kekuatan untuk menghadapi kesedihan. Kenangan-kenangan indah dengan nenek dapat menjadi sumber kekuatan untuk melanjutkan hidup dan mengingatkan saya untuk menghargai waktu bersama dengan orang yang dicintai.  

Tag Cerita

##patahhati #ikhlas #sabar
Fadia yusra
Written by Fadia yusra
0 followers · 1 following

This Author is too lazy to write a bio.

Fadia yusra
Written by Fadia yusra
0 followers · 1 following

This Author is too lazy to write a bio.

Explore more

  • ##patahhati #ikhlas #sabar
  • At Ease
  • Menjaga Alam, Menyayangi Diri: Perjalanan dari Sekadar Tinggal Menjadi Peduli
  • Quotes Bijak🖤
  • Naik Kereta, Belajar Canva
  • Day 12- hal-hal yang kupelajari tanpa pernah mendaftar kelasnya.

Responses (0)

Join the Discussion

Sign in to share your thoughts and engage with the community.

Sign In to Comment

No Comments Yet

Be the first to share your thoughts on this article!

More from Fadia yusra

Discover more insights from this author

Mengapa Harus Berpikir Kritis???

Berpikir kritis bukan sekedar mencari kesalahan orang lain,melainkan sebuah proses yang bersifat empiris, sistematis, lo...

May 02, 2025
Mengatasi "Choking": Ketika Keterampilan Terbaik Pun Gagal di Bawah Tekanan

Mengatasi "Choking": Ketika Keterampilan Terbaik Pun Gagal di Bawah Tekanan

Choking adalah kegagalan performa di bawah tekanan. Artikel ini membahas penyebab psikologis dan strategi efektif untuk...

May 01, 2025
Explore All Stories
Inisiator

Tempat orang berbagi kisah, membangun komunitas, dan menginspirasi masa depan.

Profil Pendiri

Produk

  • Fitur
  • Harga
  • Untuk Tim
  • Pembaruan

Sumber Daya

  • Blog
  • Tentang Kami
  • Pusat Bantuan
  • Komunitas

Legal

  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Kebijakan Cookie

Tetap terhubung

Dapatkan cerita terbaru, pembaruan, dan wawasan kreator langsung ke email Anda.

© 2026 Inisiator oleh Jabbar A. P. (Saya siap bekerja!)