Skip to main content

Loading...

Inisiator
Cerita Kami Komunitas
Masuk Mulai Sekarang
Selamat Datang di Inisiator
Temukan cerita menakjubkan
Beranda Cerita Kami Peringkat

Bahasa

ID
EN
Masuk Daftar

Mengatasi "Choking": Ketika Keterampilan Terbaik Pun Gagal di Bawah Tekanan

Choking adalah kegagalan performa di bawah tekanan. Artikel ini membahas penyebab psikologis dan strategi efektif untuk mengatasinya agar tetap tampil optimal.

  1. Home
  2. /
  3. Articles
  4. /
  5. Mengatasi "Choking": Ketika Keterampilan Terbaik Pun Gagal di Bawah Tekanan
May 01
4 min read
326 views
Author: Fadia yusra

Article Actions

Interact with this article

Clap
0 claps
Save
Add to bookmarks
Reading List
Add to reading list
Mengatasi "Choking": Ketika Keterampilan Terbaik Pun Gagal di Bawah Tekanan

Choking bukan akhir segalanya kenali penyebab dan temukan solusinya.

Pernahkah Anda mengalami situasi di mana keterampilan yang sudah Anda kuasai dengan baik justru gagal muncul saat momen penting tiba? Seolah-olah segala latihan dan persiapan yang telah dilakukan sirna begitu saja dalam sekejap. Fenomena ini dikenal sebagai choking, kondisi di mana seseorang tidak mampu menunjukkan performa optimalnya saat berada di bawah tekanan tinggi.

Secara psikologis, choking adalah kegagalan dalam kinerja yang muncul ketika tekanan emosional atau sosial terlalu tinggi. Padahal, keterampilan atau tugas tersebut sebelumnya telah dikuasai dengan baik melalui latihan yang konsisten. Salah satu teori yang paling banyak digunakan untuk menjelaskan choking adalah Distraction Theory, yang menyatakan bahwa tekanan membuat seseorang mudah terdistraksi oleh pikiran yang tidak relevan dengan tugas utama. Otak kita hanya memiliki kapasitas kognitif terbatas, dan ketika dipenuhi dengan kecemasan, overthinking, serta rasa takut gagal, maka sistem kerja otak menjadi tidak efisien.

Selain itu, Explicit Monitoring Theory juga menjelaskan bahwa seseorang cenderung terlalu memonitor setiap gerakannya saat berada dalam situasi krusial, sehingga aktivitas yang seharusnya sudah otomatis berubah menjadi proses sadar yang justru mengganggu kelancaran.

Orang dengan tingkat trait anxiety yang tinggi atau mereka yang sangat peduli pada penilaian sosial juga lebih rentan mengalami choking. Tekanan sosial, ekspektasi publik, serta tuntutan untuk tampil sempurna sering kali menjadi pemicu utama.

Berita baiknya, choking bukan sesuatu yang tidak bisa diatasi. Ada beberapa pendekatan ilmiah dan praktis yang bisa dilakukan untuk meminimalkan risiko gagalnya performa di saat-saat krusial:

1. Latihan di Bawah Simulasi Tekanan Nyata

Latihan biasa memang penting, tetapi lebih penting lagi adalah latihan dalam kondisi yang menyerupai situasi sebenarnya. Ini bisa dilakukan dengan cara menciptakan simulasi tekanan seperti kehadiran audiens, timer, atau kompetisi. Strategi ini membantu otak terbiasa dengan tekanan dan meningkatkan toleransi terhadap stres performa.

2. Membangun Rutinitas Psikologis atau Fisik

Ritual sebelum performa dapat menjadi jangkar psikologis untuk stabilisasi emosi. Contohnya adalah napas dalam, afirmasi positif, peregangan ringan, atau bahkan sekadar minum air dengan gerakan tertentu. Ritual ini membentuk pola pikir stabil dan menciptakan sense of control terhadap situasi.

3. Alihkan Fokus dari Diri ke Tugas

Ketimbang terlalu fokus pada hasil atau pandangan orang lain, pusatkan perhatian pada proses dan tugas yang ada. Gunakan teknik mindfulness atau teknik “external focus of attention” untuk menjaga perhatian tetap pada hal yang relevan, bukan pada ketakutan pribadi.

4. Reframing Tekanan Sebagai Tantangan, Bukan Ancaman

Cara Anda menafsirkan tekanan sangat memengaruhi reaksi tubuh dan pikiran. Jika tekanan dilihat sebagai ancaman, maka sistem saraf cenderung merespons dengan panik. Namun, jika dipandang sebagai tantangan, otak akan mengaktifkan respons adaptif yang meningkatkan performa.

5. Bangun Ketahanan Mental Melalui Self-talk Positif dan Visualisasi

Melatih diri dengan positive self-talk dan membayangkan keberhasilan di situasi genting mampu membangun kepercayaan diri dan mempersiapkan mental menghadapi skenario terburuk. Ini merupakan teknik yang banyak digunakan oleh atlet dan profesional tingkat tinggi.


Tag Cerita

##choking #tekanan #stres
Fadia yusra
Written by Fadia yusra
0 followers · 1 following

This Author is too lazy to write a bio.

Fadia yusra
Written by Fadia yusra
0 followers · 1 following

This Author is too lazy to write a bio.

Explore more

  • ##choking #tekanan #stres
  • At Ease
  • Menjaga Alam, Menyayangi Diri: Perjalanan dari Sekadar Tinggal Menjadi Peduli
  • Quotes Bijak🖤
  • Naik Kereta, Belajar Canva
  • Day 12- hal-hal yang kupelajari tanpa pernah mendaftar kelasnya.

Responses (0)

Join the Discussion

Sign in to share your thoughts and engage with the community.

Sign In to Comment

No Comments Yet

Be the first to share your thoughts on this article!

More from Fadia yusra

Discover more insights from this author

Perihnya Jarak di Kala Kehilangan

Perihnya Jarak di Kala Kehilangan

Pengalaman mengikhlaskan kepergian nenek saat jauh darinya mengajarkan rentang patah hati dan ikhlas.

May 03, 2025

Mengapa Harus Berpikir Kritis???

Berpikir kritis bukan sekedar mencari kesalahan orang lain,melainkan sebuah proses yang bersifat empiris, sistematis, lo...

May 02, 2025
Explore All Stories
Inisiator

Tempat orang berbagi kisah, membangun komunitas, dan menginspirasi masa depan.

Profil Pendiri

Produk

  • Fitur
  • Harga
  • Untuk Tim
  • Pembaruan

Sumber Daya

  • Blog
  • Tentang Kami
  • Pusat Bantuan
  • Komunitas

Legal

  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Kebijakan Cookie

Tetap terhubung

Dapatkan cerita terbaru, pembaruan, dan wawasan kreator langsung ke email Anda.

© 2026 Inisiator oleh Jabbar A. P. (Saya siap bekerja!)