Setiap pagi, saya selalu percaya bahwa hari baru adalah kesempatan baru. Ada kalanya saya bangun dengan semangat penuh, tapi ada juga pagi yang terasa berat, di mana langkah pertama saja sudah sulit diambil. Namun begitulah kehidupan ada naik, ada turun, ada tawa, ada air mata. Dan dari semua itu, saya belajar satu hal penting hidup adalah perjalanan yang harus kita jalani, apa pun yang menanti di depan.
Saya bukanlah seseorang yang luar biasa. Saya hanyalah manusia biasa yang berusaha sebaik mungkin menjalani hari. Dalam keseharian, saya berangkat dengan mimpi, pulang dengan cerita. Saya pernah gagal, bahkan sering kali merasa ragu dengan diri sendiri. Tapi dari setiap kegagalan, saya menemukan alasan baru untuk bangkit. Dari setiap rasa sakit, saya belajar arti keteguhan. Dan dari setiap kebahagiaan kecil, saya belajar arti syukur yang sesungguhnya.
Ada hal-hal sederhana dalam hidup yang selalu membuat saya tersadar. Senyum tulus dari orang asing, percakapan singkat dengan teman lama, atau sekadar melihat langit sore yang indah setelah hujan reda. Dari situ saya mengerti bahwa kebahagiaan tidak harus selalu datang dari hal besar. Kadang justru momen kecil sehari-hari lah yang mampu menenangkan hati dan memberi kekuatan untuk melangkah lagi.
Namun tentu saja, ada masa-masa di mana hati terasa lelah. Ada hari di mana semua terasa tidak berjalan sesuai rencana. Saya pun pernah merasa sendirian, seolah dunia tidak memihak. Tapi semakin saya berjalan, saya menemukan bahwa kita tidak pernah benar-benar sendirian. Selalu ada pelajaran di balik cobaan, selalu ada orang yang peduli, bahkan ketika kita merasa tidak ada lagi yang bisa diandalkan. Dan lebih dari itu, selalu ada harapan yang menunggu untuk kita genggam, meski hanya sebesar titik kecil.
Saya ingin menjadikan potongan-potongan cerita itu sebagai pengingat bersama. Bahwa hidup bukanlah tentang siapa yang paling cepat mencapai tujuan, melainkan tentang bagaimana kita menikmati perjalanan. Bahwa jatuh itu wajar, bangkit itu perlu. Bahwa gagal itu bagian dari proses, dan belajar adalah bekal untuk terus melangkah.
Saya tidak menulis karena saya tahu segalanya. Saya menulis karena saya juga sedang belajar. Saya menulis karena saya ingin berbagi, dan mungkin, dari kata-kata sederhana ini, ada seseorang yang merasa sedikit lebih kuat, sedikit lebih tenang, atau sedikit lebih berani menghadapi hari-harinya.
Pada akhirnya, “diri” bagi saya adalah perjalanan yang tidak pernah selesai. Perjalanan untuk terus mengenal diri sendiri, menerima apa adanya, memperbaiki yang kurang, dan berbagi makna kepada orang lain. Dan jika perjalanan ini bisa memberi sedikit cahaya untuk orang lain, maka itulah arti yang ingin saya bawa dalam setiap langkah.
Semoga setiap kata yang kamu temui di sini bisa menjadi teman perjalananmu. Menemanimu saat merasa sendiri, menyemangatimu saat hampir menyerah, dan mengingatkanmu bahwa hidup ini indah, bahkan dalam kesederhanaannya.
Responses (1)
Join the Discussion
Sign in to share your thoughts and engage with the community.
Terimakasih buat tulisan inspiratifnya, Kak!🙌