Bagian tersulit dari berkenalan dengan orang baru bagiku adalah memperkenalkan diriku sendiri. Sudah dipenghujung usia dua puluhan tapi rasa-rasanya aku masih juga belum menemukan padanan kalimat yang pas menggambarkan diriku.
Selain nama, aku bingung apa lagi yang harus orang tau tentang aku. Ah, sepertinya aku memang punya krisis jati diri yang parah 😂
Awal tahun ini, ketika aku, untuk pertama kalinya kehilangan pekerjaan dengan cara paling tidak mengenakan, memperkenalkan diri jadi semakin sulit untuk ku jawab. Karena biasanya aku mengasosiasikan perkenalan diri dengan nama dan pekerjaanku.
Ketika akhirnya aku tidak punya pekerjaan, lantas apalagi yang bisa aku bilang?
You are not your job
Pernah suatu hari aku mengikuti sebuah kegiatan komunitas. Karena menganggur dan dirumah tanpa melakukan apa-apa rasanya tidak nyaman sekali, aku memberanikan diri untuk berkegiatan lagi.
Tentu saja, diawal acara pasti ada perkenalan diri lagi. Ah, andai orang-orang tau kalau untuk hadir saja sudah payah bagiku, kini harus memperkenalkan diri segala. Sangat pantang rasanya bagiku untuk mengaku kalau aku ini pengangguran. Literally gak ngapa-ngapain. Nothing special. Remahan rengginang. Alhasil, sesi perkenalan itu, aku hanya bisa menyebutkan nama dan alamat. Hiks menyedihkan sekali.
Namun, dimomen itulah aku sadar bahwa harusnya ada banyak hal yang bisa aku jelaskan kepada orang lain tentang diriku. Pekerjaan bisa berganti tapi diriku yang sebenarnya tidak. Aku tetaplah aku.
Kejadian hari itu adalah momentum dimana aku akhirnya melihat lebih jauh kedalam diriku sendiri. Selain dari pekerjaanku sehari-hari, apalagi yang istimewa dari diri ini. Manusia punya banyak sisi dan detiap sisinya punya keunikan tersendiri.
Aku pun begitu. Meskipun saat ini aku belum benar-benar tau apa USP a.k.a unique selling point ku sebagai manusia, pelan-pelan aku mulai belajar menemukan diriku sendiri.
Niteni segalanya tentang diri sendiri. Layaknya seorang dara yang lagi butterfly era, aku mengulik dan jadi sangat penasaran tentang diriku sendiri. Apa yang aku suka, apa yang aku tidak suka, aoa yang aku hargai, dan apa yang paling bisa membuatku terluka.
Lucu ya. Ternyata harus kena layoff dulu untuk akhirnya aku bisa pede memperkenalkan diriku sendiri.
Hai, perkenalkan aku Filah. Aku suka menulis tapi tidak rajin-rajin. Aku punya blog pribadi, nafilahcha.com namanya. Ya, siapa tau kamu mau mampir.
Aku bukan introvert. Tapi suka menyendiri kalau kepala penuh. Kadang pertemuan sama orang-orang juga buat energiku terkumpul.
Aku suka aktivitas fisik dan outdoor atau hal-hal apapun yang tidak berhubungan dengan screen ketika hangout karena pekerjaan dan keseharianku di depan layar. Ah, ngomong-ngomong soal pekerjan, alhamdulillah aku tidak menganggur lagi.
Aku seorang performance specialist yang sehari-harinya buat strategi campaign. Ini pekerjaan yang aku impian sejak awal memasuki dunia kerja. Karena aku switch career dan pekerjaan ini jauh sekali dari jurusan kuliahku, ada banyak hal yang perlu aku pelajari. Tapi aku suka. Belajar hal baru buag aku merasa lebih hidup ✨️
Responses (0)
Join the Discussion
Sign in to share your thoughts and engage with the community.
No Comments Yet
Be the first to share your thoughts on this article!