Hari ini temanya nulis bebas tentang masa kecil, sangking bebasnya sampe bingung mo nulis apa hahaha....
tapi mungkin mo cerita pas SD aja sih, dulu aku jadi anak SD yang cukup jahil dan bandel diantara temen-temen ku, tapi klo di depan guru, aku keliatan jadi anak yang paling baik hahaha, keren kan? keren dong, kelebihan muka babyface emang begitu sih. Nah, dulu itu aku jadi ketua genk yang kuanggap genk, karna mereka selalu ngikutin aku, dan misi utama nya adalah memukuli 2 orang bocah yang selalu jadi target pengejaran, dan emang itu jobdesknya.
tiap selesai kelas, dan bel istirahat berbunyi 2 orang bocah ini akan meneriakkan kalimat, "hamill, hamill".... dan langsung bergegas lari keluar kelas, dan tentu saja aku sebagai kepala genk(gerombolan) akan berteriak, "kejaaaarrrrr!!!!!!!"... yah "hamil" adalah ejekanku waktu SD, sampai sekarang aku masih ga paham kenapa marah di panggil hamill hahaha, ga marah sih, tapi lebih ke pura-pura marah akan kalimat itu, karna mereka memplesetkan namaku "hammim = hammill" hahaha, gitu la anak SD ada aja gebrakannya...
dalam permainan itu kami selalu menjelajahi UNIVA, yaah aku sekolah di UNIVA, cukup luas dan tiap hari pasti kami menemukan tempat baru yang kami sebut markas persembunyian...
Aziz dan Nanda adalah 2 bocah yang menjadi samsak ku dalam cerita ini, kalau diingat-ingat lagi, peran mereka sungguh menyakitkan, selalu jadi bahan pembulilly aku dan kelompokku, walaupun mereka termasuk kelompok ku juga, tapi memang tugas mereka adalah itu "sebagai samsak"...
kalau diingat-ingat rasanya aku sangat jahat ke mereka, namun mereka masih bermain denganku dan selalu menjaga komunikasi hingga sekarang, walaupun sekarang kami sudah tidak memiliki kontak Nanda dan tidak tau bagaimana kondisi nya sekarang, namun mereka adalah teman-temanku...
dan aku juga merasa bersalah sama Amri, teman baikku yang bocor kepalanya karna hempasanku, fathin yang menangis dan berdarah bibirnya karna tindakannku, wawan yang badannya paling besar di kelas namun berani melawanku sehingga kami berantem hingga berdarah-darah karna wawan memiliki kuku yang panjang hingga bisa mencakarku dan dirinya sendiri ( berantem sama wawan ini, yang membuatku jadi boss di kelas dan paling ditakuti), kemudian fadlan yang kepala ku hantukkan ke dinding karna mengejekku, padahal saat itu kami sedang ada kelas, dan guru berada di depanku, aku menendang bangku amri yang tepat duduk disampingku, kemudian melompat naik ke meja dan "dumb" aku menghantamkan gengaman tanganku ke kepala fadlan yang membuatnya terbentur dinding kelas dan juga aziz yang sampai 3 hari tidak sekolah, karna aku mencekiknyaa..., bahkan hampir saja pindah SD, namun dia tak mengaku dan akhirnya guru ku yang disalahkan.....
kalau diingat-ingat lagi, aku adalah penjahatnya di SD, aku yang bermain langsung dengan fisik dan tak pernah mengontrol diri yang menyebabkan hal-hal diatas terjadii...
namun ya begitulah, ketika kamu pintar, kamu sopan dan baik di depan guru-guru mu, maka kau takkan pernah disalahkan dan ditegur, walaupun kau telah melakukan tindakan anarkis yang ekstrim, kau hanya akan dinasehati dan kembali di sayangi, sedangkan temen-temanmu yang lain, yang mereka merupakan korban tidak akan dibela bahkan malah disalahkan......
Tradisi di negara ini cukup kompleks ternyata, by experiance ku dan dari kisah-kisah yang viral di medsos saat ini, hal-hal seperti itu akan terus terulang, bila tidak ada perbaikan pada sistem dan budaya di masyarakat kita...
Wassalam...
#Temabebas8
#Tautannarablog9
Responses (0)
Join the Discussion
Sign in to share your thoughts and engage with the community.
No Comments Yet
Be the first to share your thoughts on this article!