Seberapa sering kita mengabaikan rasa sedih, luka, dan air mata yang tumpah ruah karena tak mampu mengungkapkan kata? Saat kecil, banyak dari kita tidak memahami bagaimana mengekspresikan emosi dengan tepat. Tangisan sering kali menjadi satu-satunya cara untuk menyampaikan keinginan atau ketidaknyamanan. Namun, tidak semua tangisan mendapat respons yang penuh pengertian.
Beberapa anak dihadapkan pada respons kesal, bentakan, atau bahkan pengabaian dari orang tua. Respon-respon ini, yang sering kali terjadi tanpa disadari, akhirnya membentuk cara anak dalam menghadapi dunia di masa depan. Pola inilah yang kemudian dikenal sebagai respon errorβreaksi yang keliru terhadap situasi tertentu akibat pengalaman masa lalu yang belum terselesaikan.
Mengapa Luka Pengasuhan Perlu Dikenali dan Disembuhkan?
Tanpa kita sadari, luka yang terbentuk sejak kecil terus terbawa dalam kehidupan kita. Beberapa alasan mengapa luka pengasuhan perlu kita pahami dan sembuhkan:
1. Respon error mempengaruhi kehidupan sehari-hari
2. Luka ini semakin menguat seiring bertambahnya usia
3. Bisa merusak hubungan dengan orang tua dan diri sendiri
4. Tekanan modern membuat kita kehilangan makna jiwa manusia
5. Menjauhkan kita dari ketenangan jiwa (al-nafs al-mutmainnah)
Dalam buku Membasuh Luka Pengasuhan, dibahas lebih lanjut mengenai luka pengasuhan dan bagaimana menyembuhkannya. Buku ini menggunakan pendekatan berbasis Islam dan psikologi, buku ini memberikan panduan untuk menghadapi dan menyelesaikan luka emosional dari masa kecil dengan lebih bijaksana dan penuh kesadaran.
Buku karya Kang Ulum A. Saif dan teh Febrianti Almeera ini menerapkan metode DEPTH dalam Self-Healing. Metode DEPTH adalah pendekatan healing yang dikombinasikan dengan Tazkiyatun Nafs dan konsep Fitrah Based Education. Buku ini menghadirkan contoh nyata dari pengalaman pribadi penulis dan orang-orang di sekitarnya.
"Temukanlah maksud Allah, itulah pintu pertama tersingkapnya hikmah. Dan hikmah adalah barang hilang milik orang beriman. Hikmah hadir bersama Al-Quran." (hal. 174)
Pendekatan yang paling menarik dalam buku ini adalah Tazkiyatun Nafs. Penulis merumuskan 7 langkah utama:
Menarik bagaimana zakat dan tobat menjadi salah satu jalan yang disebutkan.
"Kebersihan jiwa berbanding lurus dengan kebersihan harta." (hal. 175)
"Sudah menjadi sifat dari dosa itu adalah melemahkan jiwa dan memadamkan cahaya hati." (hal. 181)
Pada akhirnya, semua kembali ke Al-Quran, sang penyembuh sejati.
"Ia bukan disebut sebagai obat, sebab obat tidak selalu menyembuhkan. Tapi, Al-Quran adalah penyembuh, karena penyembuh sudah pasti menyembuhkan." (hal. 199)
Buku ini direkomendasikan bagi siapa saja yang ingin memahami dan menyembuhkan luka pengasuhan, agar dapat menjalani hidup dengan lebih tenang dan penuh makna.
Responses (0)
Join the Discussion
Sign in to share your thoughts and engage with the community.
No Comments Yet
Be the first to share your thoughts on this article!