Waktu yang terus berjalan, menjadi momen yang menegangkan sekaligus excited untukku. Sampai tulisan ini ditulis, Ramadhan sudah berjalan lebih dari setengah bulan. Sedang diriku masih berusaha untuk fokus dan menajamkan kembali seluruh usaha untuk melakukan yang terbaik.
Selama masa bulan pembelajaran ini, aku merasa ada banyak banget pencuri Ramadhan yang perlu aku cut-off supaya aku gak salah fokus dalam mengupayakan akhir yang aku inginkan dan memaksimalkan sisa hari yang masih Allah berikan kepadaku. Salah satunya adalah screen time yang tanpa sadar semakin bertambah. Awalnya hanya untuk mengisi waktu jeda, tapi malah jadi sesuatu yang mengganggu pikiranku. Apakah ini benar-benar cara terbaik memanfaatkan waktu yang Allah beri?
Di sisi lain, aku juga belajar untuk lebih bijak dalam menyikapi perasaan. Aku mulai sering bertanya pada diri sendiri: "Ini worth it buat emosiku gak sih?" atau "Apa perlu aku merasa sedih/marah/kecewa saat sesuatu gak sesuai dengan yang aku atur?" Bahkan terkadang, muncul pertanyaan yang lebih dalam: "Aku emangnya lagi saingan sama siapa?" Semua ini mengajarkanku bahwa tak semua hal harus berjalan sesuai ekspektasi, dan kecewa itu boleh, tapi jangan sampai mengikis keberkahan waktu yang ada.
Pada akhirnya, aku ingin lebih fokus pada kualitas ibadah dan hal-hal yang benar-benar perlu dilakukan. Ada beberapa rencana yang sudah kususun sejak awal Ramadhan, tapi ternyata gagal total. Bukan karena aku tidak punya waktu, justru Allah memberiku waktuโtapi apakah aku benar-benar menggunakannya dengan baik? Pertanyaan ini membuatku takut kalau-kalau waktuku tak berkah.
Meski dalam implementasinya ini semua masih jadi pekerjaan rumah yang sulit buatku, aku ingin terus berusaha. Karena Ramadhan bukan hanya tentang melakukan banyak hal, tapi juga tentang memastikan setiap hal yang kulakukan mendekatkanku kepada Allah.
Maka di sisa Ramadhan ini, aku ingin lebih sadar dan hadir dalam setiap momen. Aku ingin lebih menikmati ibadah, bukan sekadar menjalankannya. Aku ingin lebih memilih hal-hal yang membawa ketenangan, bukan sekadar memenuhi waktu luang. Semoga Allah mampukan, semoga Ramadhan ini benar-benar menjadi langkah awal menuju perubahan yang lebih baik.
Responses (0)
Join the Discussion
Sign in to share your thoughts and engage with the community.
No Comments Yet
Be the first to share your thoughts on this article!