“Pernah kepikiran nggak, kenapa kita nyebut uang itu duit, bukan ‘uang’ aja? 🤔 Ternyata, kata ‘duit’ itu bukan cuma slang dan ada sejarah ratusan tahun di baliknya, lho!”
💡 Asal Usul Kata “Duit”
Jadi gini ceritanya… Waktu jaman VOC dan Belanda masih bercokol di Nusantara, mereka bawa sistem uang mereka sendiri. Salah satu pecahan receh yang paling sering dipakai namanya “duit”.
Dalam ejaan Belanda, kata ini ditulis “duit” (dibaca: /dœyt/ dengan bunyi mirip “doit” dalam bahasa Inggris kuno). Arti aslinya di Belanda ya koin receh kecil mirip kayak kita nyebut “uang koin seribuan” sekarang.
Secara etimologis, kata duit/deut berasal dari kata bahasa Norse Kuno “thveit” yang artinya sejenis koin kecil, namun arti harfiahnya ialah "kepingan-kepingan".
Koin duit ini berbahan tembaga dan nilainya kecil banget. Dipakai buat belanja kecil-kecilan: beli makanan, kebutuhan pasar, sampai bayar jasa sehari-hari. Saking seringnya dipakai, orang-orang lokal jadi terbiasa pakai istilah “duit” buat nyebut uang. Tidak hanya dipakai untuk uang receh, tetapi merujuk ke uang secara umum.
Dalam katalog Colonial Coinage Gelderland, koin milik VOC bertuliskan "duit" itu terakhir beredar pada tahun 1816.
🌏 Kenapa Bertahan Sampai Sekarang?
Nah, setelah Indonesia merdeka dan resmi pakai “rupiah”, kebiasaan itu nggak hilang. Sampai sekarang, kata “duit” tetap jadi bahasa gaul sehari-hari. Bahkan bukan cuma buat receh, tapi buat semua jenis uang. Misalnya:
- “Nggak ada duit buat jajan.”
- “Lagi nabung duit buat liburan.”
Kata ini juga bukti kalau pengaruh Belanda masih nempel di bahasa kita. Banyak kata lain juga gitu kayak kantor (kantoor), gratis (gratis), atau asbak (asbak). Ini menunjukkan bagaimana warisan sejarah bisa hidup terus melalui bahasa.
Istilah “duit” yang kita gunakan hingga sekarang adalah warisan langsung dari masa VOC dan Hindia Belanda. Koin tembaga kecil bernama “duit” yang dulu bernilai receh kini telah berubah menjadi istilah umum untuk “uang” di Indonesia. Sejarah ini mengingatkan kita bahwa bahasa dan budaya selalu saling memengaruhi, bahkan dari zaman penjajahan ratusan tahun lalu.
Jadi, lain kali kamu nyebut “duit”, inget ya… itu bukan sekadar kata biasa. Itu warisan sejarah dari koin Belanda yang udah dipakai orang Indonesia ratusan tahun lalu. Seru juga kan, ternyata setiap kata punya cerita.
Responses (0)
Join the Discussion
Sign in to share your thoughts and engage with the community.
No Comments Yet
Be the first to share your thoughts on this article!