Kadang, hidup terasa ingin diakhiri dengan titik.
Letih, sunyi, seolah semua kata sudah habis.
Tapi di antara jeda dan napas yang tertahan,
ada tanda kecil yang berbisik pelan:
“Belum. Masih ada cerita yang bisa disambung.”
Titik koma
bukan akhir, hanya jeda;
tempat luka menenangkan diri
sebelum kembali melangkah lagi.
Titik koma bukan sekadar tanda baca.
Ia adalah simbol keberanian untuk berhenti tanpa menyerah,
untuk mengambil napas di tengah kalimat yang belum selesai.
Saat hidup terasa ingin diakhiri dengan titik,
tanda ini berkata lembut:
“Jangan. Masih ada cerita yang menunggumu di halaman berikutnya.”
“Kita; Bukan Titik”
Kita pernah nyaris jadi titik
saling diam, saling gengsi, saling menyalahkan jarak dan waktu.
Tapi di tengah semua notifikasi yang tak dibalas,
dan pesan yang hanya dibaca,
aku sadar:
mungkin ini bukan akhir, hanya jeda.
Seperti titik koma di antara kalimat yang belum selesai,
kita cuma butuh ruang untuk bernapas,
bukan alasan untuk menyerah.
Karena sekarang
bukan tentang terus bersama tanpa jeda,
tapi tentang tahu kapan berhenti sejenak
agar bisa melanjutkan dengan hati yang utuh.
Responses (0)
Join the Discussion
Sign in to share your thoughts and engage with the community.
No Comments Yet
Be the first to share your thoughts on this article!