Opini

Untukmu Pemimpin Indonesiaku

Assalamu’alaikum,

Yth. Bapak Presiden Joko Widodo,

Saya sangat bersyukur bisa menuliskan opini saya walau hanya dengan media gawai. Saya harap opini saya ini akan berguna bagi Indonesia kedepannya.

Di era-2020, generasi milenial semakin berkembang akan ilmu pengetahuan dan teknologinya. Kami bisa melihat segalanya hanya dengan media gawai. Mulai dari ilmu pengetahuan, sosial, politik, dll.

Saya sering melihat di media sosial ada banyak sekali tawaran untuk berdonasi. Donasi untuk kaum yang tidak mampu, donasi untuk orang yang terkena musibah, donasi untuk negara kita yang terkena covid-19, dan masih banyak lagi. Masyarakat berlomba-lomba memberikan donasi, terutama untuk wabah covid-19 ini. Pemerintah pun menanggung biaya rumah sakit bagi pasien yang terkena virus corona.

Saya tahu pemerintah sudah berusaha mencari jalan keluar agar wabah ini segera berakhir. Mulai dari rapid test massal, menutup segala aktivitas yang memungkinkan orang-orang berkumpul, bahkan menghapus UN.

Teringatkah anda tentang panic buying yang terjadi beberapa waktu lalu? Saat media massa memberitakan ada satu atau dua orang yang terkena virus corona? Stok masker dimana-mana habis, hand sanitizer habis, orang-orang memborong makanan di supermarket.

Orang-orang egois menimbun masker, menjualnya lagi dengan harga tinggi yang bisa berkali-kali lipat dari harga awal. Padahal ekonomi sedang tidak stabil dan menurun. Bahkan ada orang yang membuat hand sanitizer dengan komposisi yang tidak jelas takarannya, bisa membahayakan pemakainya. Mereka melakukan itu semua demi untung.

Sekarang masyarakat memilih pakai masker kain daripada masker medis. Biarlah mereka para penimbun itu rugi.

Masyarakat melakukan karantina untuk mengurangi penyebaran virus. Namun sekarang muncul istilah “new normal”.

Apa itu? Saya yakin anda lebih tahu. New normal, melakukan aktivitas kembali seperti biasa. Hanya bedanya, kita harus menaati protokol pemerintah. Memakai masker, phsycal distancing, mencuci tangan selalu.

Saya sedikit tertawa mengenai ini. Saat penderita covid hanya satu-dua orang, masyarakat panik membeli ini itu. Sekarang saat penderita mencapai ribuan orang, masyarakat justru dibebaskan dari karantinanya dan dengan santai jalan-jalan ke mall atau tempat umum lainnya. Bukankah ini justru memperparah keadaan?

Saya memikirkan kedepannya. Kondisi banyaknya pasien covid-19 di Indonesia meningkat, sementara beberapa negara lain perlahan mulai turun.

Jangan sampai apa yang kita lakukan kemarin sia-sia, yaitu karantina. Cukup lama kita karantina, bahkan bisa dibilang berbulan-bulan.

Yang saya khawatirkan adalah nilai mata uang kita semakin menurun. Bayangkan saja jika sekarang masyarakat bebas pergi kesana kemari, membeli barang keinginannya sementara kasus covid-19 semakin meningkat di Indonesia.

Apa kata negara lain? Jika negara mereka sudah bersih dari virus ini, bisa-bisa akses Indonesia ke negara tersebut sementara ditutup demi mencegah penularan. Apa akibatnya? Ekonomi semakin menurun, uang kita tidak berharga lagi.

6+

You may also like

Opini

Saran untuk Presiden

Facebook Twitter WhatsApp “Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh” Saran saya agar masyarakat Indonesia lebih mengenal ...

Comments are closed.

More in Opini

Opini

Saran untuk Presiden