Tips & Trik

Tips Menjawab Pertanyaan Tidak Penting Saat Lebaran

Tips Menjawab Pertanyaan Tidak Penting Saat Lebaran
Sumber: Unsplash

Hari raya adalah ajang terbaik untuk bersilaturahmi dengan kerabat jauh maupun dekat. Seiring dengan pertanyaan basa-basi seperti “apa kabar” ternyata masih banyak pertanyaan basa-basi lainnya yang kadang bisa buat kita jengkel lo, seperti “kapan nikah?”, “kapan lulus?”, “ngga ada pekerjaan lain?”. Pertanyaan yang niatnya sebagai bentuk rasa  keperdulian ini, ternyata bisa menciptakaan rasa jengkel bahkan marah jika tidak bisa menjawabnya dengan baik. Lantas, gimana sih cara elegan menjawab pertanyaan “tidak penting” itu saat lebaran tiba?. Berikut tips nya!

#”Kapan Wisuda?”

Bagi kalian yang enggan lulus kuliah cepat atau memang belum diizinkan tuhan untuk lulus cepat, pertanyaan ini mungkin akan mengganggu. Terlebih saat semua usaha mati-matian sudah dilakukan dan orang-orang hanya bisa bertanya dengan maksud menyinggung. Tenang, kalian tidak harus menjawab pertanyaan ini dengan balutan emosi, kok. Karena jika menjawab pertanyaan itu dengan baperan, pertemuan yang tadinya untuk bersilaturahmi takutnya berakhir dengan dendam dingin antar keluarga/kerabat. Oh, tidaaak.

Pertanyaan seperti “Kapan Wisuda?” atau “Kapan Lulus?” cukup dijawab dengan jujur seperti “Yaa setelah sidang”, jujur bukan? Tidak ada yang wisuda tanpa melewati proses meja hijau atau sidang skripsi. Percayalah, jawaban seperti ini akan membuat si penanya terbungkam. Namun, jika ia lanjut bertanya lagi seperti, “Sidangnya kapan?”, jawab saja dengan santai, “Setelah seminar hasil”.

#”Kapan Nikah?”

Hey kamu yang lahir dibawah tahun 2000-an, siap-siap pertanyaan ini akan meluncur dari bibir kerabat kamu. Terlebih di tengah maraknya fenomena nikah muda, orang-orang dengan sendirinya membuat persepsi bahwa perempuan di umur 20-an tahun sudah selayaknya menikah, dan jika belum menikah di atas usia itu, dikhawatirkan jadi perawan tua. Oh God, Please!.

Santai, tidak perlu dibawa ke jantung, sebab kalian pasti bisa menjawab pertanyaan ini dengan santuy.

“Tergantung sekuat mana kau mendoakanku”, kalimat seperti ini bisa jadi alternatif jawaban bagi kamu yang suka menyindir. Dalam hal ini, menyindir untuk didoakan. Menyindir tidak selalu berkonotasi negatif yaa. Sebab pertanyaan “Kapan nikah” pun sebenarnya sudah cukup menyindir.

Berikut jawaban lain yang bisa kalian gunakan”

-“Kapan nikah?”

+”Sebelum punya anak”

+”Setelah Corona usai”

+”Setelah ditemukan oleh pria beruntung”

+”Setelah kamu punya 11 anak” (untuk yang sudah dekat)

#”Kok Belum Kerja?”

Pertanyaan ini mungkin terdengar menyakitkan kala kamu sedang menganggur saat baru saja beberapa bulan wisuda. Rasa-rasanya ingin bilang yaelah, baru juga 2 bulan gua wisuda.

Tidak perlu serius menanggapinya, kamu bisa jawab pertanyaan itu dengan nada bercanda seperti, “Kenapa Om/Tante, mau nawarin pekerjaan, ya?”, bisa jadi ternyata benar, Si Om/Tante yang bertanya ternyata hendak menawarkan pekerjaan. Lumayan, sekali mendayung, 2 3 pulau terlampaui.

#”Kamu Keliatannya Makin Gemuk/Kurus, ya?”

            Wah, ini sih body shaming banget ya, Ini’s people. Meski tidak bermaksud mengejek, tapi pertanyaan ini selalu hadir dalam setiap pertemuan yang sudah lama tidak terjadi. Wajar saja, tidak lama bertemu membuat orang lain melihat berbeda bentuk fisik kita. Jangan berkecil hati dengan pertanyaan itu, kamu bisa menjawabnya dengan “Alhamdulillah hidup makin sejahtera, jadinya tubuh keliatan sejahtera juga. Hehe” atau “Sudah takdir, Alhamdulillah”. Menunjukkan rasa syukur terhadap bentuk tubuh adalah bentuk kebahagiaan, daripada merasa insecure, lebih baik tunjukkan saja rasa syukur.

Segala pertanyaan seperti diatas tidak perlu serius menanggapinya. Positive thinking saja, mungkin mereka sangat perduli terhadap kamu dan dari pertanyaan itu barangkali mereka akan memberikan solusi. Jadikan setiap pertanyaan itu sebagai bentuk pemicu untuk segera wisuda, atau segera dipertemukan jodohnya dan dilancarkan setiap proses kehidupannya (Lah, jadi saling mendoakan yak).

Good luck, selamat lebaran!

1+
Indah Ramadhani
Orang biasa yang ingin selalu bi(a)sa || Ilmu Komunikasi '16

You may also like

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

More in Tips & Trik