Produktivitas

Tenang, Sifat Malas Ternyata Bisa Bikin Kamu Cepat Kaya

Apa yang ada dalam benakmu ketika melihat judul di atas? jika kamu termasuk orang yang rajin plus ambisius pasti kamu merasa terhina banget. Apa-apaan nih masak iya yang malas bisa cepat kaya? Ngimpi!  Tapi tenang dulu, bagi kaum pemalas ini mungkin jadi angin segar, sebuah plottwist dari fakta sosial bahwa sifat malas tidak pernah bisa bikin kaya atau sukses. 

Eits, tunggu dulu. Bill Gates, si manusia yang masuk dalam jajaran orang tajir-melintir di muka bumi ternyata punya hobi mempekerjakan orang-orang malas. Well, apa alasan doi ya?

Katanya, “I will always choose a lazy person to do a difficult job because a lazy person will find an easy way to do it.” (Nyengir-nyengir nih paguyuban pemalas) 

Ungkapan Bill Gates ini auto menimbulkan kontroversi dong. Secara dia kan pengusaha sukses, lah kok malah cari pemalas which is hidup mereka biasanya identik dengan kegagalan. Sabar, jangan emosi dulu, fatwa Bill Gates ini ada benarnya, lho. 

Pemalas biasanya punya cara berpikir yang praktis. Mereka memikirkan solusi efektif apa yang bisa menyelesaikan banyak pekerjaan tanpa mengeluarkan tenaga ekstra. Bukan sebuah pembenaran semata kalau orang malas bisa punya peluang yang lebih besar menjadi kaya dan sukses. Sebab mereka tahu cara mempermudah pekerjaan, dengan taktis dan tepat waktu. Lah? iya, biar bisa lanjut males-malesan lagi. hahaha.

 

Cepet-cepet kelarin kerjaan, biar bisa rebahan lagi, uwuww~

Gini, kita lihat aja kemajuan peradaban sampai sekarang, juga berakar dari pemikiran orang-orang malas untuk memudahkan kehidupan the santuy people yang nggak mau ribet. Kehadiran telepon genggam, e-commerce, motor matic, vacum cleaner, pun hari ini diciptakan juga untuk memenuhi rasa mager kita yang autentik. Cuman kitanya aja yang  kadang kurang menyadarinya atau enggan mengakuinya. 

Bener kan? 

Sejarah dunia mungkin akan berbeda jika Issac Newton batal memutuskan ngadem di bawah pohon apel hingga dia menemukan hukum newton yang terkenal itu. Atau bayangkan  Archimedes yang memutuskan tetap bekerja dan menunda nyantuy di bak mandinya. Hmm.. Kita mungkin nggak akan kenal deh hukum hukum fisika yang mahsyur itu.

Orang-orang malas sejatinya termasuk pembawa perubahan terbesar di muka bumi ini. Bukan nanggung, di jaman yang serba taktis ini, sanking malasnya buat ngapa-ngapain, bahkan untuk mikir yang berat-berat aja, ilmuwan pun menciptakan teknologi mutakhir, Artificial Intelligence, yaitu kecerdasan buatan yang sederhananya membuat mesin bisa belajar dan mikir sendiri. Kebayang bakal segila apa teknologi di masa depan? 

Tapi tunggu, trus sifat malas kepiye yang bisa bikin cepat kaya, jon

Sifat malas yang profesional. Bermalas-malasan dengan level keistqamahan yang paripurna. Malas with manner. 

Selayaknya mata pisau, sifat malas bisa diaplikasikan yang efeknya bermuara pada salah satu dari dua hal; kalau nggak kebaikan, ya keburukan. Sejatinya ia hanya seperti energi, positif atau negatif. Maka ini menyoal bagaimana si pemilik energi tersebut memberdayakannya. 

Malas dengan nawaitu yang lurus ternyata bisa seberguna itu untuk kemaslahatan umat di muka bumi.

Bayangin, dinamika dunia mungkin berbeda, jika dulu Mustafa Kemal Ataturk, salah satu diktator dunia, memilih tetap woles dan tidak memaksakan membentuk negara sekuler Turki melalui kebijakan rezim partai tunggal yang biasa disebut Kemalisme. Dimana waktu itu, demi menyingkirkan pesaing-pesaingnya ia lancarkan konspirasi pembunuhan sebagai alasan. 

Masyarakat Jerman mungkin tidak akan malu menyebut Hitler sebagai bagian dari sejarah negeri mereka, jika saja Hitler dan antek-anteknya mager buat kebijakan holokaus yang memusnahkan jutaan manusia selama perang dunia II. Atau Kim Jong Un andai ia cukup tawaduk menerima perdamaian bilateral dengan Korea Selatan serta memilih bermales-malesan menjerat warganya dari sistem komunis sadisnya itu. China yang keep santuy membebaskan hak beragama bagi kaum Uyghur, Zionis yang ogah-ogahan nge-bom dan memilih ga repot-repot klaim tanah-tanah Palestine. (let me say, pemuka-pemuka dzalim itu sebenarnya terlalu ambis dan giat bekerja) 

Dunia pasti jadi tempat paling aman dan mendamaikan jika saja kita malas mengerjakan hal-hal nirfaedah. Malas menyuap, malas korupsi, malas meng-ghibah, malas menunda-nunda, males nyontek, malas berperang. 

Sebaliknya, sifat malas bisa jadi sumber paling prima bagi seseorang jika kita memberdayakannya dengan cara-cara progresif. Memilih menjadi seorang rebahan fulltimer tapi tetap update berita, main saham online, ngisi survey online yang bisa dapat bayaran dan menambah penghasilan. 

Wihh.. Ena kan? 

Bahkan pada orang-orang malas garis keras, dia menjadi teramat berkarya, taraf hidupnya mampu meningkat ke level advance. Nggak sekadar kaya harta, kaya hati, bahkan kaya ilmu pengetahuan. 

Lah kok bisa? iya, karena sanking malasnya, dia sampai-sampai melakukan hal-hal kecil yang laknatullah pun malas.

Baca juga : 5 Hal Penting Yang Harus Kamu Perhatikan Dalam Memilih Pekerjaan Agar Kamu Tidak Menyesal

0
Cici Alhamdaina
A Curious Introvert

You may also like

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments