More

    TEATER INSANI

    Selamat datang di panggung pertunjukan semesta

    Mari rasakan dengan tenang sembari melipat tangan

     

    Kontrak kehidupan disetujui membersamai segala puji

    Hadirmu dinanti-nanti, harapan menjadi penyejuk mata membumbung tinggi

    Kau telah tiba di daratan penuh tipu daya

    Kau pelajari setiap intrik hidup manusia lantas bertanya-tanya

     

    Ayah, mengapa ada ibu yang membuang anaknya?

    ‘Karena ia tidak sehat, kemanusiaannya sekarat’ jawabnya

    Ibu, mengapa ada ayah yang memukuli anaknya?

    ‘Karena hatinya sempit, kemanusiaanya terhimpit’ katanya

     

    Kepada teman sepermainan yang kerap dirundung

    Kau bertanya mengapa tak laporkan si anak badung?

    Lantas kau terima jawabannya

    ‘Kasta bawah pastilah selalu rendah. Yasudahlah empat kali empat sama dengan enam belas, sempat tak sempat kita mesti ikhlas.’

    Kau membisu menganggap keputusannya begitu dungu

     

    Padahal di atas sana

    Kasus serupa kerap kali beres dilicinkan rupiah oleh sang anak raja

    Sementara si rakyat jelata diam tanpa pembelaan kata

    Kendati bernasib sudra, hati mereka sekelas brahmana

    Mampu bersuka cita di atas bara dunia

     

    Bergulirnya waktu pertunjukkan kian seru

     

    Kau lihat birokrasi sok suci

    Merampas hak orang lalu gamblang bersenang-senang

    Kau lihat topeng palsu di seluruh penjuru

    Inilah tipu daya yang nyata

    Inilah dunia

    Kacamata nurani tergantikan dengan kacamata materi dengan mudahnya

    Artikel Lainnya :

    Kepada Malam

    Elegi Hati

    Kepada Hati yang Mati

    Latest articles

    Related articles