Lomba Cipta Puisi Nasional

Suara Hati Si Tua

Karya : Zahratul Laili

Bung,
Kepalaku telah terkutuk
Jangan kira kau nelangsa
Sengsara hingga mati rasa

Bukan,
Rasa manis, asin, pahit, asam
Bukan,
Rasa sakit ditinggal si bujang

Gersang,
Tandus bak padang pasir
Otak kering hingga botak
Di bawah terik, kondisi pelik
Pikiran membeludak hingga menggila

Papan tulis telah lupa rasanya ditulis
Meja kursi sudah bertingkah, sok rapuh
Sedang gawai sibuk menghipnotis si muda
Hingga daring sering ditinggal, alasan kuota

Bung,
Tidak hanya kau yang rasakan petaka
Tidak hanya kau yang berhak keluhkan derita
Tidakkah sedikit kau intip pintu jasa

Ada si tua yang sedang usaha
Menambah mata demi melawan ketajaman gulita
Meluangkan waktu demi menerangkan dunia
Si tua yang kau kata “mereka juga di gaji”
Si tua yang kau pikir “enak cuma nyuruh”

Di balik semua mereka juga merasa
Di balik semua mereka juga tak ingin bungkam

Mudah berkata, namun diabaikan
Mudah berkata, namun tetap disalahkan

Hingga kini hanya senyum yang mereka tampilkan
Hingga kini hanya doa yang mereka panjatkan

Lewat pujangga ini mereka kirimkan dan selalu harapkan
“Semoga si muda sukses dan berguna”
Lewat pujangga ini mereka katakan
“semoga kalian bahagia tanpa rasa hal sama yang sama”.

Tertanda,
Titipan si tua yang ketinggalan zaman.

Desa Barunai, 31 Mei 2021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Log In

Forgot password?

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker