Lomba Cipta Puisi Nasional

Senandung Pagi Anak Pengemis

Karya: Bobby Tri Stevan Sopamena

Keringatku, wahai kau kekasihku

aku menjalani setiap sisi-sisi lengang jalan ini untuk terus mencintaimu

kamu tak lagi menjadi air yang hanya keluar dari kulitku

kamu adalah rindu menjelma tubuh yang bisa kupeluk di kala aku mengingat wajah orang tuaku

aku tidak perlu bangun pagi untuk pergi sekolah menunggu guru yang bau wangi

sekolah itu tidak merimaku sebagai pangeran mereka

sementara di jalan ini, keringatku menunggu senyumku mendera hati bagai bunga yang mengirim harumnya untuk diciumi kekasih

banyak kata tidak bisa aku tulis, huruf menolak aku yang bodoh ini

mungkin lewat cerita hanya sebatas tertawa

mereka tidak suka aku menangis meminta-minta berkatku yang Tuhan titip di tangan mereka

aku harus melucu jika ingin diperhatikan dan mendapat seragam impianku

nyatanya itu mimpi lahirkan mimpi

ini sepenggal kisahku

betapa aku jatuh cinta dengan keringatku

ia mendidikku di saat guru-guru sudah buta menjadi pengajar

aku harap ada yang peduli

bukan

aku harap ada orang-orang melihat aku sebagai tuhan

datang menyembahku dengan membawa semua yang mereka punya

demi kotor di kakiku; surga bagi mereka

doaku

Tuhan terus menyayangi ciptaan-Nya

Tuhan terus menjadi darah

yang bermain-main di hati orang-orang yang melihatku

sungguh!

aku ingin mati dan makan sepuasnya di taman yang Tuhan janjikan

Bobby Sopamena

Ambon, 2021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Log In

Forgot password?

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker