More

    Puisi Karya W. S Rendra “Orang-Orang Miskin”

    WS. Rendra penyair kenamaan Indonesia yang memiliki nama asli Willibrordus Surendra Broto lahir di Solo pada 7 November 1935. Beliau dikenal sebagai penyair paling kaya di Indonesia karena sangat produktif dalam menciptakan dan memanfaatkan metafora-metafora untuk mendukung citraan dramatik dan visual dalam sajak-sajaknya. WS. Rendra merupakan salah satu penyair yang sering menghasilkan karya tentang perjuangan hidup orang-orang kecil. Puisi Orang-Orang Miskin menggambarkan tentang jerih payah mereka yang terdampar yang tidak mempunyai tempat tinggal.

    Berikut merupakan satu dari sekian banyaknya karya WS. Rendra yang cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia khususnya.

    ORANG-ORANG MISKIN

    Yogya, 4 Pebruari 1978

    Orang-orang miskin di jalan,
    yang tinggal di dalam selokan,
    yang kalah di dalam pergulatan,
    yang diledek oleh impian,
    janganlah mereka ditinggalkan.

    Angin membawa bau baju mereka.
    Rambut mereka melekat di bulan purnama.
    Wanita-wanita bunting berbaris di cakrawala,
    mengandung buah jalan raya.

    Orang-orang miskin. Orang-orang berdosa.
    Bayi gelap dalam batin. Rumput dan lumut jalan raya.
    Tak bisa kamu abaikan.

    Bila kamu remehkan mereka,
    di jalan kamu akan diburu bayangan.
    Tidurmu akan penuh igauan,
    dan bahasa anak-anakmu sukar kamu terka.

    Jangan kamu bilang negara ini kaya
    karena orang-orang berkembang di kota dan di desa.
    Jangan kamu bilang dirimu kaya
    bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya.
    Lambang negara ini mestinya trompah dan blacu.
    Dan perlu diusulkan
    agar ketemu presiden tak perlu berdasi seperti Belanda.
    Dan tentara di jalan jangan bebas memukul mahasiswa.

    Orang-orang miskin di jalan
    masuk ke dalam tidur malammu.
    Perempuan-perempuan bunga raya
    menyuapi putra-putramu.
    Tangan-tangan kotor dari jalanan
    meraba-raba kaca jendelamu.
    Mereka tak bisa kamu biarkan.

    Jumlah mereka tak bisa kamu mistik menjadi nol.
    Mereka akan menjadi pertanyaan
    yang mencegat ideologimu.
    Gigi mereka yang kuning
    akan meringis di muka agamamu.
    Kuman-kuman sipilis dan tbc dari gang-gang gelap
    akan hinggap di gorden presidenan
    dan buku programma gedung kesenian.

    Orang-orang miskin berbaris sepanjang sejarah,
    bagai udara panas yang selalu ada,
    bagai gerimis yang selalu membayang.
    Orang-orang miskin mengangkat pisau-pisau
    tertuju ke dada kita,
    atau ke dada mereka sendiri.
    O, kenangkanlah :
    Oorang-orang miskin juga berasal dari kemah Ibrahim

    Artikel Lainnya:

    Latest articles

    Related articles