More

    PERGI

    Dini hari yang kelam

    Semua terasa suram

    Tak ada matahari, yang ada cuma malam

    Tak ada lagi pelangi, semuanya berubah hitam

     

    Disudut ruangan

    Meringkuk seonggok angan dan harapan

    Ia sedang bimbang

    Dilihatnya berulang kali ke kanan, ke kiri

     

    Ia menerka-nerka

    Apa benar jalan pintas ini meski nirwana enggan menerima

    Hatinya tak bicara namun otaknya lebih dulu berkata ya

     

    Dunia seakan tak lagi ingin ia pijaki

    Semesta ingin sekali melarikan diri

    Ia selalu merasa tak berharga, dirinya sepi dan sunyi

    Maka eksistensinya pun ikut menghilang pergi

     

    Ia bangkit lantas menyibak utasan yang diurai dengan kasih sayang

    Tersenyum namun bulir jatuh mengucapkan perpisahan

    Tenanglah dunia, aku tak akan lagi menapak diantara bentangan tanahmu

     

    Kini aku akan pergi jauh

    Sampaikan salamku untuk setiap asa yang masih sanggup maju

    Aku, pergi dulu

    Artikel Lainnya :

    Ambivalen

    Ganti Kepala

    Hari Esok Akan Lebih Baik

    Latest articles

    Related articles