Lomba Cipta Puisi Nasional

Pendidikan Orang-orang Maya

Karya : Adhitiya Prasta Pratama

Setahun, katamu.
Bumi ini tidak diberi napas.
Anak-anak kecil mulai lupa. Seolah bertanya, “Mengapa sekolah kami jadi sarang laba-laba?”.

Cobalah menoleh, kataku.
Apakah sekolah itu benar-benar ada.
Katamu, “Tidak!”.
Engkau, urung juga sekolah, kan, ibumu juga belum boleh ke pasar, dan pendidikanmu — urung juga mentas.

Apakah kau tidak mendengar, nak. Bangkumu dimainkan rayap?.
Apakah kau juga tidak melihat. Bahwa hari ini kau sudah dibekali kacamata?.
Matamu berair dan kosong. “Buram,” sahutmu.

Coba kau tanya ke anak itu! Apakah dua dibagi dua masih sama dengan satu?
Atau yang lain? “Mereka lupa,” katamu.

Apakah matanya masih bisa melihat?
“Tidak!”.
Anak-anak menjadi buta.
Mereka terasing di dunianya.
Mereka akan tiada. “Kenapa?”. Tak terjawab

Bagaimana dengan sekolahnya, pak?
“Tidak pernah diceritakan,”.
Sekolah, hari ini menjadi sunyi.
Dan ketika mereka dewasa, sekolah hanya fiksi, lalu mati.

Dan pendidikanmu, nak. Hanyalah pendidikan yang mengada-ada. Nyata, namun milik orang-orang maya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Log In

Forgot password?

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker