More

    Mengulik MCC : Kompetisi Bergengsi Mahasiswa Hukum

    Sobat Lomba merupakan mahasiswa hukum? Ingin berkegiatan selain dari rutinitas kuliah? Nah, kamu harus kenalan nih sama kompetisi paling bergengsi buat mahasiswa hukum yaitu  Kompetisi Peradilan Semu atau Moot Court Competition.

    (Foto/Ilustrasi/Google)

    Definisi Moot Court Competition

    Moot Court Competition atau enaknya disebut MCC adalah kompetisi yang diadakan sebuah instansi hukum baik setingkat pemerintahan maupun perguruan tinggi yang diikuti oleh para mahasiswa dari Fakultas Hukum dan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum yang diundang.

    Mekanisme Umum dalam MCC

    Dalam Moot Court Commpetition (MCC)  panitia akan mengirimkan undangan yang disertai dengan kasus posisi yang telah dirumuskan sedemikian rupa. Selanjutnya setiap peserta nantinya akan diwajibkan untuk membedah kasus posisi yang diberikan oleh panitia penyelenggara. Lalu para peserta akan menuangkannya dalam suatu pemberkasan kemudian menampilkannya dalam bentuk simulasi persidangan.

    Perkembangan MCC Nasional di Indonesia

    Asian Law Student Association Local Comitte Diponegoro University (ALSA LC UNDIP) merupakan instansi yang pertama kali memperkenalkan MCC  pada tahun 1998.Bapak Sukinta, S.H.,M.Hum selaku dosen bagian Hukum Acara Pidana di UNDIP adalah pencetus ide untuk menyelenggarakan acara MCC berskala nasional. Dalam pelaksanaan pertamanya MCC Nasional ini hanya dihadiri oleh lima universitas.

    Selepas penyelenggaraan MCC Nasional pertama, beberapa  Fakultas Hukum dan instansi Peradilan di Indonesia menunjukkan minat untuk ikut menyelenggarakannya, seperti berbagai Universitas Negeri maupun Swasta di Indonesia, Komnas HAM, maupun Mahkamah Konstitusi (MK).  Berikut ini Milo jabarkan perkembangan kompetisi-kompetisi peradilan semu yang pernah diadakan di Indonesia.

    MCC ALSA INDONESIA /Piala Mahkamah Agung

    kompetisi MCC
    (Foto/Ilustrasi/Google)

    MCC ALSA berganti menjadi MCC Piala Mahkamah Agung atau MCC Piala MA pada 2004. MCC ini diadakan setahun sekali pada Februari di kampus yang menjadi Local Chapter dari ALSA Indonesia. Kasus Posisi dalam MCC ini awalnya cenderung mengambil Kasus Pidana Umum (KUHP) namun kini mulai menyesuaikan dengan Tindak Pidana.

    MCC Piala Mutiara Djokosoetono

    Bertemakan Pidana, MCC ini merupakan yang kedua setelah MCC  ALSA. Diselenggarakan setiap dua tahun sekali di tahun genap dan pada pertengahan tahun sekitar bulan April-Juni oleh Badan Semi Otonom La Sale, Fakultas Hukum UI. Kasus Posisi dalam MCC ini merujuk pada lingkungan hidup untuk babak penyisihan dan Tindak Pidana Khusus yang sedang marak di babak final.

    MCC Piala KOMNAS HAM

    Ciri khas pada MCC ini adalah tema yang diusung yaitu Hak Asasi Manusia dan diadakan setahun sekali di Fakultas Hukum yang diberikan tender oleh KOMNAS HAM untuk menjadi penyelenggara. Keunikan dalam MCC ini adalah peserta hanya diberikan sebuah Kasus Posisi untuk pemberkasan dan simulasi persidangan. Nantinya akan ada Panelis KOMNAS HAM yang menjadi juri presentasi berkas pada babak penyisihan dan Hakim, Jaksa, Advokat serta Akademisi yang menjadi juri pada simulasi persidangan di babak final.

    MCC Piala Abdul Kahar Mudzakkir

    Ciri khas dalam MCC ini juga terletak pada temanya yaitu Pidana HaKI (Hak atas Kekayaan Intelektual). MCC ini memiliki sistem yang sama seperti MCC pada umumnya dan diadakan dua tahun sekali pada tahun ganjil oleh Komunitas Peradilan Semu Lembaga Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (KPS LEM FH UII).

    MCC Piala A.A. Pringgodigdo

    kompetisi MCC
    (Foto/Ilustrasi/Google)

    Ciri khas MCC ini adalah tema yang digunakan yaitu Kepailitan dan Perdata Sengketa Merk. Diselenggerakan setiap dua tahun sekali oleh BEM FH UNAIR, kompetisi ini memiliki sistem yang sama dengan MCC lainnya.Namun, Kasus Posisi pada babak penyisihan dan final berbeda.

    MCC Piala Kejaksaan Agung

    Mengusung tema Korupsi, kompetisi ini diselenggarakan dua tahun sekali pada tahun genap oleh Peradilan Semu FH Universitas Pancasila yang bekerja sama dengan Kejaksaan Agung. Sistem kompetisinya sama dengan Kasus Posisi yang berbeda di babak penyisihan dan final.

    MCC ini menggunakan Kepolisian dan Kejaksaan sebagai penyidik dan Peradilan Negeri dengan tiga orang Majelis Hakim sebagai arena persidangan. Jaksa dari Kejari atau Kejati atau Kejagung diunjuk menjadi juri untuk komponen Jaksa.

    MCC Piala Kemenkominfo/Piala Frans Seda

    Pada 2012 MCC ini berganti mejadi Piala Frans Seda dan memiliki ciri khas dalam tema yang digunakan berupa Cyber Crime dan UU ITE. Atmajaya Moot Court Guild (AMG) Fakultas Hukum UNIKA Atmajaya menyelenggarakan kompetisi MCC ini dua tahun sekali pada tahun genap. Sistem kompetisinya yaitu presentasi berkas pada babak penyisihan dan simulasi persidangan di babak final.

    MCC Piala Tjokorda Raka Dherana

    (Foto/Ilustrasi/Google)

    Satu-satunya yang mengusung tema Narkotika dan Kejahatan Terorisme, Udayana Moot Court Community (UMCC) Fakultas Hukum Universitas Udayana menyelenggarakan kompetisi ini dua tahun sekali pada tahun genap. Sistemnya tidak jauh beda namun Kasus Posisi pada babak penyisihan dan final berbeda.

    Nah, itu dia penjelasan mengenai kompetisi paling bergengsi untuk para mahasiswa hukum. Gimana, kamu udah tertarik buat ikutan?

    Artikel Lainnya :

    Prinsip Hidup YOLO : Positif atau Negatif Ya?

    Bukan Lelah Kenali Tandanya Kalau Kamu Burnout dan Cara Mengatasinya

    Tips melawan Rasa Malas Mengikuti Lomba

     

    Latest articles

    Related articles