Uncategorized

Mengenal Sinovac dan CoronaVac, Apasih Bedanya?

Hari ini (25/05/2021) melalui akun resmi Sekretaris Kabinet di twitter dengan akun @setkabgoid mengabarkan bahwa sebanyak 8 juta dosis bahan baku vaksin Sinovac tiba di Indonesia. Secara keseluruhan , kedatangannya ini merupakan kedatangan tahap ke-13 sejak 6 desember 2020.

twitter skretaris kabinet

Sebanyak 8 juta bahan baku vaksin COVID-19 kembali tiba di tanah air. Dengan kedatangan bulk vaksin produksi sinovac ini maka secara total telah diterima sebanyak 83,9 juta dosis vaksin. #KabarKabinet @PerekonomianRItwiit akun @setkabgoid hari ini.

Lantas sampai detik ini apakah kamu juga pernah mendengar istilah CoronaVac? dan Sinovac? Apa sih sebanarnya beda antara dua istilah ini?

Sinovac sendiri adalah Sinovac Biotech Ltd. yaitu sebuah perusahaan biofarmasi yang berfokus pada riset, pengembangan, pembuatan dan komersialisasi vaksin-vaksin yang mencegah penyakit menular manusia. Perusahaan tersebut bermarkas di Beijing, Tiongkok. Salah satu vaksin yang dihasilkan dari perusahaan ini adalah vaksin Sinovac yaitu vaksin yang dibuat untuk mencegah virus corona.

CoronaVac

Sementara itu, CoronaVac adalah vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh perusahaan biofarmasi Tiongkok, Sinovac. Sejak pertengahan tahun 2020, calon vaksin ini menjalani penelitian klinis tahap III, dan mendapatkan persetujuan untuk penggunaan darurat yang saat ini berlangsung di Brasil, Chili, Indonesia, dan Turki.

Vaksin Sinovac

Menurut Alodokter.com Vaksin Sinovac telah melampaui standar minimal 50% yang ditetapkan oleh WHO dan FDA. Vaksin ini juga sudah mendapatkan izin penggunaan darurat atau emergency use of authorization (EUA) dari BPOM, serta sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Baca juga : Destinasi Wisata yang Cocok Sesuai Kepribadian Kamu

Setelah disuntikkan, virus yang tidak aktif pada vaksin ini akan memicu sistem kekebalan tubuh untuk menghasilkan antibodi yang dapat melawan virus Corona secara spesifik. Dengan begitu, jika sewaktu-waktu tubuh terserang virus Corona, sudah ada antibodi yang bisa melawannya dan mencegah terjadinya penyakit.

Kemungkinan terjadinya infeksi atau penyakit COVID-19 yang bergejala pada orang yang sudah divaksinasi dengan Sinovac bisa turun sebesar 65%.

Sebagai ilustrasi, jika tadinya ada 9 juta orang yang bisa terinfeksi dan masuk rumah sakit karena COVID-19, setelah pemberian ini jumlahnya bisa berkurang menjadi hanya 3 juta orang. Sementara pada skala individu, risiko orang yang sudah divaksin akan menjadi 3 kali lebih rendah untuk mengalami sakit karena COVID-19.

Vaksin ini juga dinilai aman, sebab efek samping yang bisa muncul hanya bersifat ringan dan sementara, misalnya nyeri di lokasi penyuntikan, nyeri otot, dan sakit kepala. Efek samping yang paling banyak terjadi adalah nyeri di lokasi penyuntikan dan rata-rata hilang dalam 3 hari.

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Log In

Forgot password?

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker