More

    Mengenal FOMO dan JOMO, Kamu Termasuk yang Mana?

    Fear of Missing Out

    Sejumlah penelitian memaparkan dunia digital telah memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kecemasan dan depresi seseorang. Pengaruh media sosial ini menyebabkan seseorang merasa tidak ingin ketinggalan berita dan tren terbaru. Fenomena ini menjadi sangat umum dalam masyarakat saat ini karena semakin banyak orang yang menjadi cemas tentang apa yang terjadi dibelakang mereka, dan sadar ingin memiliki atau menghadiri semua rencana yang dilakukan oleh orang lain.

    Menurut Przybylski (2013) FOMO atau fear of missing out dicirikan oleh adanya keinginan yang besar untuk tetap terus terhubung dengan informasi tentang apa yang sedang dilakukan oleh orang lain di dunia maya.

    FOMO mengantarkan kita pada pernyataan seolah-olah “Semakin cepat semakin baik” dan ketika kamu terlambat maka kamu adalah orang yang tidak lebih baik dari orang lain. Fenomena ini membawa banyak kecemasan dan ketakutan seolah-olah kita kekurangan waktu dalam satu hari yaitu 24 jam. FOMO juga mengantarkan kita pada budaya hustle cultre atau budaya terburu-buru.

    fomo

    Hustle culture: standar masyarakat dimana seseorang akan dianggap berhasil ketika mereka mengerahkan diri secara emosional dan fisik serta bekerja pada kapasitas maksimal secara professional setiap hari.

    Salah satu yang mempercepat fenomena FOMO ini adalah media sosial yang memberikan ruang dimana individu dapat membandingkan kehidupan normalnya dengan ‘highlight’ dari kehidupan orang lain yang memang sengaja ditunjukkan. (www.verywellmind.com).

    FOMO sendiri menyebabkan sebuah pola dalam masyarakat yang membuat kita seakan-akan harus memenuhi tuntutan kita setiap hari dan harus up to date. Sehingga banyak sebagian dari penderita FOMO ini menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial dan memicu munculnya emosi negatif, depresi, atau kecemasan. Diantara pemicu FOMO diantaranya adalah:

    • Aktivitas orang lain
    • Terlalu banyak pilihan
    • Terjebak dalam sebuah siklus
    • Terpancing informasi yang belum valid atau hoax

    Joy of Missing Out

    Sementara itu ada istilah JOMO atau joy of missing out adalah kebalikan dari FOMO menurut Crook (2015) JOMO mengacu pada bagaimana manusia mengambil momentum secara sadar untuk terlepas dari dunia internet dan mengalami suatu hidup tanpa tergantung pada internet.

    jomo

    Selain itu, JOMO adalah perasaan merasa puas dan bisa menikmati situasi yang dialami saat ini. Bahkan, tak ada keinginan untuk membandingkan apa yang dirasakan dengan kehidupan orang lain. Lebih utamanya lagi, orang yang menikmati JOMO tidak merasa ada keharusan untuk menunjukkan kepada orang lain apa yang tengah dilakukannya.

    Salah satu perilaku yang sering muncul dari JOMO adalah perilaku minimalism dari dunia digital. Hal ini seperti membawa suatu pikiran baru bahwa kita bisa melakukan minimalisasi dalam penggunaan media digital, tapi juga perlu digaris bawahi bahwa digital minimalism tidak harus menghapus aplikasi media sosial atau menghapus akun sosial media kita. Akan tetapi bagaimana seseorang itu dapat memilah kehidupan media sosial yang sesuai dengan value-nya.

    Baca Juga : 7 Makanan yang Pas Menemani Belajar, Bisa meningkatkan Konsentrasi!

    Digital minimalism: filosofi dari penggunaan teknologi dimana individu memfokuskan waktu online-nya hanya pada beberpa aktivitas yang bermanfaat dan telah dipilih dengan penuh pertimbangan sebelumnya.

    Dari JOMO kita kita bisa belajar unutk slowing down. Slowing down berarti kita memberi ruang, recharge, step back sejenak kalau perlu, dan refresh lagi apa yang sebenarnya kita butuhkan supaya kita tidak bekerja seperti robot. Kalau kita tahu disitulah kreativitas kita bisa muncul, kita bisa memilah informasi yang kita butuhkan dan kita juga bisa meminimalisasi toksik yang kita peroleh dari teknologi itu.

    Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menikmati joy of missing out yaitu:

    • Mengahargai waktu
    • Mengizinkan diri sendiri untuk menikmati setiap momen
    • Tidak mengakses media sosial
    • Belajar berkata tidak
    • Menikmati pengalaman yang sesungguhnya
    • Tidak terburu-buru

    Nah, itu dia perbedaan antara FOMO dan JOMO. Jika FOMO adalah sebuah fenomena dimana seseorang takut ketinggalan informasi terbaru dan harus selalau up to date, sedangkan JOMO adalah sebuah fenomena dimana seseorang merasa tidak harus selalu up to date dan tidak sibuk dengan kehidupan diluar. Jadi setelah mengetahui perbedaanya kamu termasuk tipe yang mana nih kira-kira?

    Latest articles

    Related articles