More

    Kenapa Logo Halal Indonesia Diganti? Apa Makna di Balik Logo Baru?

    Pada awal maret 2022, Menteri Agama Indonesia Gus Yaqut mengatakan bahwa kebijakan label halal yang dikeluarkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementrian Agama tidak lagi menjadi wewenang  Majelis Ulama Indonesia.

    Sebelumnya kebijakan label halal langsung dikeluarkan oleh Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) tapi sekarang wewenang label halal di pindahkan ke BPJPH Kemenag.  Hal ini sesuai dengan pasal 37 Undang-undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH). Hal ini yang menjadi alasan kuat bergantinya label halal MUI ke Kemenag.

    Menurut Matsuki Kepala Pusat Registrasi Sertifikasi Halal, terdapat 12 desain pilihan logo halal yang diajukan ke Kemenag. Dari semua logo halal yang masuk, Kemenag lantas memilih logo halal yang mengintrepetasikan budaya Indonesia dan islam. Sehingga terpilihlah sebuah logo yang cenderung terlihat seperti wayang bewarna ungu dengan tulisan latin dibawahnya “Halal Indonesia”.

    Lantas logo halal yang diluncurkan oleh Kemenang ini membuat polemik dimasyarakat, pasalnya tidak ada masalah terkait desain logo halal sebelumnya yang sangat mengintrepetasikan tulisan arab. Malah, logo halal yang baru tidak mencerminkan tulisan arab sama sekali (?) tentu hal ini akan membuat bingung masyarakat awam.

    Perbandingan Logo Halal di Negara Asean.

    Kemudian jika kita melihat logo halal di negara-negara tetangga, mulai dari malaysia, Thailand, Vietnam, Brunei, Philippines dan negara Asean lainnya menggunakan logo halal yang mengintrepetasikan tulisan halal arab. Dan ini sudah menjadi sebuah hal yang lumrah.

    Lantas kenapa? Logo halal Indonesia harus diubah menjadi benbentuk wayang? Yang bahkan tidak mengintrepetasikan tulisan halal dengan baik?

    Arti Logo Halal Indonesia.

    Di lansir melalui instagram kemenang per tanggal 14 maret 2022. Filosofi label halal Indonesia mengadaptasi nilai-nilai ke-Indonesiaan. Bentuk dan corak yang digunakan merupakan artefak-artefak budaya yang memiliki ciri khas yang unik dan berkarakter kuat dan mempresentasikan Indonesia. Bentuk label halal Indonesia terdiri atas dua objek yaitu bentuk gunungan dan motif surjan/lurik (wayang).

    Gunungan

    Gunungan berbentuk limas  (lancip ke atas) melambangkan kehidupan manusia. Semakin tinggi ilmu semakin tua usia, manusia harus semakin mengkerucut, semakin mendekat dengan sang pencipta.

    Surjan/Lurik

    Surjan juga disebut pakaian “takwa” oleh karena itu, dalam pakaian itu terkandung makna-makna filosofi yang cukup dalam, dianataranya bagian leher baju surjan memiliki 3 pasang (6biji kancing) yang kesemuanya itu menggambarkan rukun iman.

    Selain itu, motif surjan/lurik yang sejajar satu sama lain juga mengandung makna sebagai pembela/pemberi batas yang jelas. Hal itusejalan dengan fungsi halal Indonesia untuk member kepastian atau jaminan produk halal Indonesia.

    Baca Juga : Liga Pelajar Indonesia

    Warna

    Warna utama label halal Indonesia ungu, mempresentasikan makna keimanan, kesatuan lahir batin, dan daya imajinasi. Warna sekunder label warna hijau toska yang mewakili makna kebijaksanaan, stabilitas dan ketenangan.

    Pergantian logo halal dari yang biasa bewarna hijau dengan tulisan khas arab ke logo dengan motif wayang bewarna ungu pasti akan menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat. Apalagi, logo halal terbaru desainnya sangat jauh berbeda dengan desain sebelumnya. Kita semua berharap semoga hal ini tidak menimbulkan dikte islam nusantara atau dikte islam kearab-arab-an di Indonesia.

    Latest articles

    Related articles