More

    Kenali Kepribadian Adiktif, Ciri Perilaku yang Rentan Kecanduan Terhadap Sesuatu

    Kepribadian adiktif adalah serangkaian sifat hipotesis yang dapat membuat seseorang menjadi rentan terhadap kecanduan. Penting diingat bahwa kecanduan dapat menjadi sebuah gangguan pada otak yang diakibatkan oleh berbagai faktor.

    Sifat Kepribadian Adiktif yang Diduga

    (Foto/Ilustrasi/Unsplash)

    Ada beberapa variasi dari istilah kepribadian adiktif yang biasanya digunakan untuk menunjukkan bahwa orang-orang memiliki ciri kepribadian yang mengembangkan kecanduan. Ciri-cirinya adalah;

    1. Impulsif
    2. Ketidakamanan
    3. Mudah marah
    4. Suasana hati berubah-ubah
    5. Egoisme
    6. Tidak bersosialisasi
    7. Tukang mencari sensasi

    Berdasarkan studi yang disadur dari Very Well Mind, beberapa sifat tersebut dianggap berbahaya dan harus dihindari. Sebab, orang yang mengembangkan sifat itu akan cenderung kecanduan.

    Dampak Kepribadian Adiktif

    (Foto/Ilustrasi/Unsplash)

    Dampak kepribadian adiktif juga dapat memicu stigma kesehatan mental. Kepribadian adiktif juga dapat mengarahkan orang meremehkan risiko dari masalah yang mereka hadapi.

    Selain itu, kepribadian adiktif juga dapat berkontribusi pada stereotip negatif tentang orang dengan kecanduan, baik kecanduan mengeluarkan kata-kata kotor, atau tindakan yang negatif lainnya. Misalnya mengomentari hal negatif pada unggahan orang yang tidak dikenal.

    Dampak lainnya juga dapat mengurangi motivasi untuk berubah karena kepribadian adiktif telah mengurangi efikasi diri. Efikasi diri adalah kepercayaan atas kemampuannya dalam menguasai situasi dan menghasilkan sesuatu yang menguntungkan.

    Perilaku Adiktif

    (Foto/Ilustrasi/Unsplash)

    Jika tadi berfokus pada ciri-ciri kepribadian adiktif, penulis juga menjabarkan bagaimana risiko perilaku adiktif yang justru cenderung memberikan masalah pada diri. Seperti;

    1. Menggunakan Alkohol untuk Bersosialisasi

    Seharusnya, menjalin komunikasi dengan orang lain dapat membawa pengaruh yang baik pada diri. Namun, kepribadian adiktif lebih membiasakan hal buruk untuk melakukan sosialisasi, yakni dengan menggunakan alkohol atau hal buruk lainnya.

    Baca Juga : 5 Rekomendasi Toko Buku di Kota Medan

    Kecanduan dari minuman keras, bir, atau segelas anggur menjadi cara cepat dan mudah untuk mengurangi hambatan dan mendapatkan tawa bersama dengan teman-teman tongkrongan. Padahal, hal itu hanya membawa pengaruh buruk pada diri sendiri.

    2. Menjadi Materialistik

    Perilaku adiktif juga cenderung membuat orang menjadi berbelanja tanpa keperluan apapun. Padahal, bisa jadi yang dibelanjakan bukanlah sesuatu yang dibutuhkan, melainkan hanya sebatas gaya yang ingin dipamerkan.

    Sebuah Tips Menghindari Perilaku Adiktif

    (Foto/Ilustrasi/Unsplash)

    Jika kamu merasa khawatir dengan apa yang terjadi akibat perilaku adiktif, maka ada beberapa tips atau cara yang bisa kamu lakukan untuk menghindarinya ataupun menghilangkannya. Begini tipsnya:

    1. Merawat Diri

    Daripada makan berlebihan, menggunakan media sosial berlebihan, atau berbelanja dengan cara yang berlebihan, kamu bisa melakukan aktivitas restoratif, seperti meditasi, mandi, bersantai, atau melakukan aktivitas positif untuk merawat diri.

    2. Mencari Lingkungan Positif

    Alih-alih menggunakan rokok atau alkohol sebagai caramu untuk berkomunikasi dengan teman-teman dekat, lebih baik tinggalkan lingkungan yang memperburuk kondisimu. Mulai mencari tempat yang dapat mengembankan kemampuanmu dan mendukungmu untuk menjadi lebih baik.

    3. Batasi Penggunaan Ponsel

    Daripada terus memperkuat egoisme dengan terus menggunakan ponsel, beraktivitas di media sosial, hingga lupa waktu, lebih baik kamu menggunakan tenggat waktu untuk membatasi hal tersebut. Cara ini untuk menghindari kamu mulai membiasakan diri akibat kecanduan berselancar di media sosial dan mulai sadar kehidupan diluar itu.

    4. Dapatkan Bantuan Kesehatan Mental

    Jika merasa sulit melakukannya sendirian, maka temui pakar kesehatan yang cocok di bidangnya, seperti psikolog atau psikiater. Pakar kesehatan ini akan mendorongmu pada keputusan yang baik untukmu dan mulai membawa perubahan pada dirimu.

    5. Relaksasi

    Semakin luas lingkungan tempat kamu melakukan hal buruk, semakin besar pula kesempatanmu melakukan hal negatif. Oleh karenanya, jika kamu sudah keluar dari zona itu, maka mulailah menggunakan metode manajemen stres dengan relaksasi yang lebih sehat, seperti pergi mendaki, melakukan kunjungan wisata, atau pergi ke tempat ibadah, panti asuhan dan lainnya.

    Artikel Lainnya:

    Latest articles

    Related articles