More

    Kamu Lagi dan Lagi-Lagi Kamu

    Bercerita tentang kamu

    Yang aku ingat adalah tepukan hangat di bahu dalam seragam putih abu

    Tidak mengharu biru seperti teater yang kamu perankan dulu

    Tapi cukup untuk melunturkan ekspresi kaku yang diam-diam mengagumimu

     

    Pagi itu baskara riang gembira

    Sedang kamu sibuk membenarkan kacamata

    Dahi berkerut dan tangan yang gemar memutar-mutar pena

    Jari jemari mengetuk-ngetuk ujung meja

    Menerka-nerka lantas menengadah menatap netra

     

    Beranjak siang kamu mulai berbicara

    Tentang puisi dan karya-karya ghibli yang kita puja

    Sembari menapaki padang luas di bawah cakrawala

    Hari itu kita memutuskan untuk menulis bersama

     

    Sore hari tiba menghantar sang raja kembali ke peraduan

    Kini langkah kita sudah menuju arah berlawanan

    Aku ke utara sedang yang kamu tuju adalah selatan

    Kita tidak lagi berjumpa di tengah jalan

     

    Kita berjalan di masing-masing jalur kehidupan

    Dengan aku yang terus membunuh perasaan

    Dan kamu yang tidak pernah datang ke pemakaman

    Dia sudah mati, kena racun kenyataan

     

    Malam ini gelap

    Kamu hilang tanpa sebab

    Dia pun sudah lenyap

    Tidak ada lagi harap

     

    Lalu sebaris nama muncul pada suatu hari

    Untuk kemudian membuatku meremas hati

    Bergumam sendiri

    Jangan kamu gali lagi

     

    Artikel Lainnya :

    SWA

    Elegi Hati

    Ganti Kepala

    Latest articles

    Related articles