More

    Hari Esok Akan Lebih Baik

    Hari esok akan lebih baik

    Ujar nona diam-diam berbisik

    Matanya hujan

    Padahal alam penuh gemerlap gemintang

     

    Ia bertanya pada lampu-lampu kota yang mulai padam

    Kenapa alam hadirkan malam yang kelam?

    Kenapa hidup harus sedemikian mencekam?

    Pun tiap-tiap babak terasa penuh ancaman

     

    Nona lantas menyusuri gang-gang kecil

    Sedang diri sibuk berdamai dengan lara yang terpencil

    Jauh di ceruk hati ia rasa nestapa

    Pikirannya bertabur kisah fatamorgana

     

    Sekujur tubuh nona lunglai

    Kakinya merajuk ingin berdiri

    Ia ingin menyusuri jalan itu lagi

    Katanya ada harapan pada salah satu sisi

     

    Namun nona tidak berbalik

    Ditemani mata hujan ia tidak ingin terusik

    Nona masih diam-diam berbisik

    Hari esok pasti akan lebih baik

     

    Artikel Lainnya :

    SAJAK BANGKU KAYU

    Ambivalen

    Tumbuh, Rapuh, Lumpuh

    Latest articles

    Related articles