More

    Gadis Kecil pada Kepala

    Mari duduk dulu

    Aku mengundangmu minum teh melati di hari rabu

    Turut kusediakan kertas dan pena bulu untukmu

    Aku tahu, kau gemar menuliskan sesuatu

     

    Mari duduk dulu

    Sembari mendengarkan kisah bahagia dan pilu yang kutunggu-tunggu

    Alasan mengapa kau tak kunjung berlalu

    Kau lantas membawaku pada laman usang berdebu

     

    Mari dengarkan kisahmu

    Menampung tiap-tiap bab kelam yang eksistensinya hampir buram

    Aku tak tahu ternyata kau terus genggam buku itu

    Lantas aku bertanya-tanya mengapa kau jadikan satu?

    Fase kita mesti terima ironi-ironi penusuk kalbu

     

    Mari dengarkan kisahmu

    Kau bilang kadang bahagia datang bertamu

    Kulihat kau elok dikelilingi setumpuk buku di pojok bangku

    Atau bercengkrama dengan banyak wajah-wajah baru

    Namun kau pilu ketika bahagia kerap mati sekejap waktu

     

    Mari kembali pada yang nyata

    Teh melati yang kuseduh telah dingin disapa senja

    Duduk saja gadis kecil pada kepala

    Tulislah semaumu dengan kertas dan pena bulu di atas meja

    Aku ingin dengar lagi  kisah tentang kau dan aku selanjutnya

     

    Artikel Lainnya :

    Ganti Kepala

    Hari Esok Akan Lebih Baik

    Kamu Lagi dan Lagi-Lagi Kamu

    Latest articles

    Related articles