Lomba Cipta Puisi Nasional

Daring Membuat Pusing

Karya: Nur Hamidah

Kubuka mata

Menghirup udara pagi yang masuk melewati ventilasi kamarku

Pagi ini terasa tak seperti biasa

Tak ada rasa takut terlambat

Yang ada hanyalah mata lelah akibat layar gawai dan laptop

Saat ini, mereka adalah teman terbaikku

Dengan segala fasilitas tersedia

Sebelum pandemi covid-19 melanda

Rutinitasku teratur

Setelah mencapai Indonesia

Rasanya kegiatanku pun hancur

Bagaimana tidak

Diriku sering begadang akibat pandemi

Ingin lelap, tetapi banyak pikiran menerpa

Ingin menyegarkan pikiran, tetapi terhalang rasa takut tertular

Tugas menumpuk bagaikan buku pada rak

Tenggat waktu membuat rasa cemas

Siswa dipaksa harus tepat waktu

Siswa dipaksa untuk multitasking

Sampai lupa bahwa kami hanyalah manusia, bukan robot

Secara fisik dan mental kami lelah

Stres sudah pasti

Tak ada yang menghiraukan

Kesehatan mental pun kami abaikan

Kesehatan mental memang tanggung jawab kami

Setidaknya, berikanlah simpati

Tidak semua siswa bisa kuat menghadapi ini

Sebagai seorang remaja, seharusnya kami diajarkan mengenai kesehatan mental

Karena mental kami tidak seperti seragam

Daring ini sangat menyenangkan

Siswa dipaksa sempurna pada segala  bidang

Siswa seakan dilatih menjadi genius

Tak ada penjelasan

Tetapi tugas tetap berjalan

Berikanlah tugas semestinya

Berikanlah tugas sesuai kemampuan siswa

Sekolah untuk menimba ilmu

Bukan tempat untuk menjadikan manusia sempurna

Pada hal, sudah jelas, tiap anak memiliki kecerdasan yang berbeda

Tuhan memang adil

Menciptakan manusia beraneka ragam

Bapak dan Ibu guru

Kami selalu berusaha menjadi yang terbaik

Mengertilah keadaan kami

Kondisi keluarga kami berbeda-beda

Distraksi yang melanda kami pun berbeda

Tanamkanlah pada kami rasa percaya diri

Bukan rasa takut

Sejujurnya aku sangat cinta belajar

Aku ingin menjadi siswa aktif

Tetapi, rasa takut kadang menghantui

Hati dan otakku sering berkontradiksi

Pengalaman buruk menghampiri

Hingga tak ada nyali

Menjadi siswa aktif memang asik

Aku pun ingin seperti mereka

Aku tahu, tetapi memilih diam

Pengalaman buruk penyebab utamanya

Bapak dan Ibu guru terhormat

Mengertilah keadaan kami

Kami hanyalah remaja yang sedang mencari jati diri

Tuntunlah kami dengan ilmu dan cinta

Percayalah, kami pun ingin menjadi sukses

Ada orang tua yang harus dibanggakan

Ada mimpi yang harus diperjuangkan

Ada hinaan yang harus dibayarkan

Catatan : Mohon maaf apabila ada pihak yang tersinggung dengan puisi tersebut. Saya tidak berniat menyinggung pihak mana pun. Saya hanya mencurahkan isi hati dan pikiran saya. Mungkin puisi tersebut juga mewakili para siswa yang mengalami keluhan dalam sekolah daring. Sejujurnya, saya setuju dengan keputusan pemerintah untuk melaksanakan sekolah daring karena demi keselamatan para siswa dan guru. Tetapi, akan lebih baik jika tugas yang diberikan itu semestinya saja. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Log In

Forgot password?

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker