Lomba Cipta Puisi Nasional

  • Lomba Cipta Puisi Nasional 2021

    Melewati, Memaknai

    Karya: Gafar Ali Haji Walau berjarak, akibat virus antah berantah. Kita tetap memilih, untuk tidak menjadi bodoh. Di tengah kebodohan. Di tengah pembodohan. Sebab dalam keadaan apapun, pendidikan adalah nomor satu. Karena dengannya, kita menjadi hidup; kita bisa melewati; kita bisa memaknai. VOTE KARYA

    Read More »
  • Pendidikan Orang-orang Maya

    Karya : Adhitiya Prasta Pratama Setahun, katamu.Bumi ini tidak diberi napas.Anak-anak kecil mulai lupa. Seolah bertanya, “Mengapa sekolah kami jadi sarang laba-laba?”. Cobalah menoleh, kataku.Apakah sekolah itu benar-benar ada.Katamu, “Tidak!”.Engkau, urung juga sekolah, kan, ibumu juga belum boleh ke pasar, dan pendidikanmu — urung juga mentas. Apakah kau tidak mendengar, nak. Bangkumu dimainkan rayap?.Apakah kau juga tidak melihat. Bahwa hari…

    Read More »
  • Hidupku Bagaikan Sangkar Burung

    Karya : Delvian Narendra Sebelumnya sangat terasa senda gurauanCanda tawa timbulkan kebersamaanEratkan semuanya dalam persahabatanHingga tiada yang mampu memisahkan Tak disangka jadi beginiTamparan keras dari Ibu PertiwiAkibat dari segelintir butiran kecil iniRenggangkan kawan nan jauh dari sini Mungkin sebentar terasa untuk hidupKini terkurung sangkar begitu redupDengan sejuta beban dan tekanan menumpukBagaimana mungkin bisa menemuimu, kawan? Meski waktu belum berhenti berjalanVia…

    Read More »
  • Harapan Yang Tak Kunjung Usai

    Karya : Mila Lestari Untuk pertemuan dengan segala Macam materi pembelajaran Untuk segala macam rintangan Yang pernah kita rasakan Untuk impian Ku terus ikuti semua kenyataan Untuk kebersamaan Walau terhalang oleh jarak Untuk semua yang telah dilalui Yang entah sampai kapan diakhiri Terima kasih Dari aku yang selalu Menggenggam masa depan Semoga semuanya segera usai Vote Karya

    Read More »
  • Bangkit

    Karya : Muhammad Faizal Alhanif Pahit masa laluKelu dalam pikiranPadahal pada masa laluAda hikmah pelajaran Harapan,tak sesuaiMemuai pada rasaBertahan tak kuasaAlasan yang jadi kambing hitam Dan menjadi baik kukira,IstikamahAmal sepanjang masa,Setidaknya Beban-beban menyeruakBukan pada pundak tapi hatiHingga berjuang adalahSolusi yang harus dilakukan Vote Karya

    Read More »
  • Demi Hati Negeri

    Karya : Fikarul Mujtahidah Matahari tak kan pernah pergiAbdi negeri juga tak pernah matiMengajarkan kolase dunia yang terus menyakitiWalau berbatas dengan perlindungan diri Hidup mati hidup matiSemua pergi berlalu tanpa hatiTinggalkan lembaran kertas bagai duriMenjajakkan manisnya kisah tanpa undur diri Kasih banyak diucapkan hatiMeski merombak pendidikan negeriSatu visi lawan pandemiHadirkan senyum tanpa tangis lagi Gresik, 11 Mei 2021 Vote Karya

    Read More »
  • Raga Memendam Rindu, Jiwa Melepas Temu

    Karya : Laurentin Carolin Tiara Mentari terbit dari ufuk timurHangat sinarnya menyusup jendela kamarkuPerlahan kusingkap selimut yang memeluk tubuhUntuk memulai hari baru Wahai kawanku…Tahun ini masih sama seperti dahuluMenimba ilmu dengan cara baruRaga harus mememendam rinduHanya jiwa yang mampu melepas temu Sungguh…Rindu yang membuncah membuat hati piluDerai air mata membasahi pipikuMembuat burung ikut berkicau sendu Namun…Rindu pun terobatiKetika perjumpaan virtual…

    Read More »
  • Rintihan Hati Sang Pelajar

    Karya : Ni Putu Meira Purnama Yanti S.S Kami sangat rindu Masa-masa bersama teman di sekolah Belajar dan bermain Penuh canda dan tawa Dalam harmoni kebahagiaan Sampai kapan kau menjadi penghalang kami Kau datang dengan membawa kepedihan Kau begitu cepat memusnahkan semua impian Kau seakan menghentikan semua asa dan harapan Kami tak mampu bertahan dalam situasi ini Proses pembelajaran dibatasi…

    Read More »
  • Sajak Kerinduan

    Karya : Annisa Firdausi Nuzula Wahai Rindu ! Seperti apakah dirimu ? Mengapa engkau dengan pandainya mencari celah untuk masuk di hatiku? Tanpa aba-aba Tanpa meminta izin Tanpa memberi tahu Sungguh, ini diluar rencana ! Kehadiranmu mengusik ketenanganku Wahai Rindu ! Sabar lah; Tenang lah ! Jangan hadir jika akhirnya merusak segalanya Jangan hadir jika untuk berganti posisi dengan memori…

    Read More »
  • Sebenarnya Apa?

    Karya : Jose Kenjiro Vriese Sebelum pecah, kami diajari redup Seredup paham dan sesempit katup Dituntut dalam nama zaman Dalam nama kegenerasian Setelah ini, doakan api kami tidak disiram Tidak digurui dengan “diksi ilmu” yang kejam Rasaku, aku diajar menjadi pengriktik syair Bukan menjadi penulis kata cantik soal air Kata pepatah di Depok, “hati-hati dengan orang yang menggurui, beberapa mereka…

    Read More »
Back to top button

Log In

Forgot password?

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker