More

    Bukan Lelah Kenali Tandanya Kalau Kamu Burnout dan Cara Mengatasinya

    Istilah burnout pertama kali dikemukakan oleh psikolog Herbert Freudenberger pada tahun 1974. Sindrom ini ia temukan sebagai hasil dari pengamatannya terhadap beberapa pekerja di sektor pelayanan tatap muka. Kebanyakan dari mereka mengalami stres akibat konflik dan tekanan di kantor.

    (Foto/Ilustrasi/Freepik)

    Namun ternyata, burnout tidak hanya dirasakan oleh para pekerja tetapi juga pelajar maupun mahasiswa. Tugas yang terlalu banyak, persaingan dan tingkat kepercayaan diri, serta aktivitas yang terlalu padat dapat menjadi faktor penyebab burnout. Kondisi ini merupakan puncak dari segala rasa capek yang terlalu lama diendapkan dalam tubuh dan pikiran. Efeknya dapat mengurangi produktivitas kamu, merasa tidak berdaya, sinis, kesal, dan berujung tidak bertenaga dalam beraktivitas.

     

    Ciri-Ciri Burnout:

    1. Tubuh Lelah berkepanjangan, tetapi lebih dari sekedar lelah fisik
    2. Sakit kepala dan susah tidur
    3. Lelah Mental dan mudah cemas hingga depresi
    4. Kehilangan motivasi dalam memulai segala aktivitas sehingga tidak memberikan yang terbaik seperti biasanya
    5. Kemampuan akademik dan kepercayaan diri menurun
    6. Berkurangnya kemampuan konsentrasi secara penuh

     

    Cara Mengatasi Burnout:

    1. Buat Jadwal dan Tentukan Skala Prioritas

    Cara pertama yang bisa kamu lakukan dalam mengatasi burnout adalah menuliskan jadwal kegiatan yang akan diselesaikan dalam sehari. Setelah itu pilihlah tugas maupun kegiatan yang ingin dan perlu dikerjakan terlebih dahulu. Usahakan untuk menyelesaikan tugas secara satu persatu, fokus, dan sesuaikan dengan kemampuanmu. Mencemaskan tugas lain bisa membuat kamu tidak menyelesaikan tugas yang lainnya. Jangan lupakan istirahat di sela-sela jadwal kegiatan harianmu untuk menjaga keseimbangan hidup.

    2. Menjaga Keseimbangan Hidup

    Membagi waktu beraktivitas dan beristirahat dengan baik sangat diperlukan untuk menjaga pikiranmu dan mengatasi burnout. Jangan memikul semua beban kegiatan tanpa melihat batasan kemampuan tubuhmu untuk menanggungnya. Sesekali kamu perlu berkata “tidak” Ketika merasa sudah cukup dan tidak mampu menambah pekerjaan lain. Terlalu banyak tugas bisa membuatmu tidak maksimal dalam mengerjakan setiap tugas karena merasa terlalu banyak beban.

    Kamu bisa mengambil waktu sejenak untuk bersantai dan melupakan tugas dengan kegiatan yang kamu sukai maupun jalan-jalan bersama teman. Alangkah lebih baik jika waktu ini kamu gunakan untuk fokus pada dirimu dan mengurangi penggunaan gadget. Jangan lupa istirahat yang cukup, olahraga, dan makan makanan bergizi agar tubuh sehat dan Kembali segar.

    3. Cerita Kepada Orang Terdekat

    Kamu bisa bercerita kepada orang-orang terdekat seperti teman ataupun keluarga. Pilih-lah mereka yang memiliki kemampuan mendengarkan dengan baik. Berbagi cerita memang tidak dapat menghilangkan burnout kamu secara langsung. Namun, dengan berbagi cerita kamu dapat mengurangi beban pikiranmu sedikit demi sedikit dan membuatmu merasa lebih nyaman. Pastikan kamu berbicara dengan orang yang tepat, sehingga meringankan beban bukan malah menambahkan beban pikiran kamu.

    4. Ingat Hal Positif dari Kegiatan yang Diikuti

    Segala kegiatan akan lebih ringan dikerjakan jika kamu menyenangi dan melihat hal positif di dalamnya. Cari hal positif dalam setiap tugas atau kegiatan yang kamu jalani misalnya maknai kegiatan kuliah atau sekolah membuatmu dapat bertemu dengan teman sehingga menimbulkan komunikasi yang kamu sukai. Jika terasa sulit, kamu bisa coba mengubah pola pikir bahwa kegiatan yang kamu lakukan ini adalah proses untuk menjadi lebih kuat dan lebih baik.

    Artikel lainnya:

    Latest articles

    Related articles