Skip to main content

Loading...

Inisiator
Our Story Community
Login Get Started
Welcome to Inisiator
Discover amazing stories
Home Our Story Ranking

Language

ID
EN
Login Register

"Gagal Yang Kutemui Dengan Syukur"

Dari perjalanan ini aku sangat bersyukur dan yakin bahwa "Allah tidak akan membawaku sampai sejauh ini, hanya untuk gagal tanpa arti.

  1. Home
  2. /
  3. Articles
  4. /
  5. "Gagal Yang Kutemui Dengan Syukur"
Oct 29
4 min read
242 views
Author: Nur Fadillah

Article Actions

Interact with this article

Clap
0 claps
Save
Add to bookmarks
Reading List
Add to reading list
"Gagal Yang Kutemui Dengan Syukur"

Background Music

Rain after summer โ€ข Topik

0:00 0:00

Sama seperti tulisanku sebelumnya, dibulan ini kami kembali mendapatkan writing challege dari etos dengan tema "Menghabiskan Jatah Gagal Setiap Bulannya." Ga hanya sekedar nulis, di sini kami juga ditantang untuk eksplor banyak hal tanpa takut dengan kegagalan yang pastinya akan selalu ditemui ketika kita mencoba sesuatu, terlebih lagi mencoba hal yang baru.

Berbeda dari bulan - bulan sebelumnya, di oktober ini hanya sedikit yang ku coba ikuti. Hanya satu event perlombaan yang kuikuti bulan ini, namun terasa panjang perjalanannya menuju ke sana dan banyak ibrah (hikmah) yang ku dapatkan. So, cerita inilah yang akan kutulis dan ingin kubagikan pada kalian. "Perjalananku Mengikuti Lomba Musabaqah Tilawatil Qur'an Mahasiswa Tingkat Nasional di Banjarmasin"

FYI mengikuti lomba MTQMN ini sudah menjadi wishlist ku sejak setahun yang lalu, ketika aku menjadi maba. Pada saat itu aku berkesempatan mengikuti seleksinya namun qadarullah tidak lulus (belum rezeki yakan). Tapi dari kegagalan itu aku bertekad untuk bisa lolos di tahun berikutnya. 

Singkat cerita selama setahun lebih selalu kuperjuangkan lewat jalur langit dan pastinya dibarengi dengan ikhtiar dimulai dari mencari tim untuk ikut lomba tingkat kampus, Alhamdulillah nya timku juara 1. Ku pikir dari situ sudah mendapatkan tiket untuk sampai ke nasional ternyata perjuangan masih panjang, ternyata masih ada seleksi lagi di universitas, Alhamdulillah nya timku juga lulus seleksi tapi tak hanya sampai disini, karena di tahun kami ini tiba - tiba aja ketentuannya berubah dengan diadakannya seleksi pra-nasional.

Yaps, aku dan tim harus berjuang lagi untuk mengikuti seleksi se-indonesia via online. Perjuangan itupun mulai terasa dengan latihan yang di press kurang dari sebulan untuk mempersiapkan penampilan yang tebaik. Waktu weekend yang selalu terpakai untuk latihan, harus bagi waktu dengan pembinaan, organisasi dan latihan. Yaah bisa dibilang weekendku jadi super padat, pergi pagi pulang malam begitu seterusnya bahkan di hari liburan semester juga kami pakai untuk latihan.

Alhamdulillah 'Ala Kulli Haal, Allah melihat ikhtiar kami dan mendengar do'a kami sehingga kami termasuk salah satu tim yang lolos dari seratus lebih universitas di Indonesia. Dari sinilah pulau bekantan sudah berasa di depan mata. "Banjarmasin, we coming." 

Persiapan menuju naional pun kami ikhtiarkan dan upayakan semaksimal mungkin, yang tadinya latihan setiap weekend, di weekday yang kami sama-sama free matkul juga dipakai untuk latihan. Ga hanya sampai disitu, bahkan kami latihan sampai menginap di asrama temanku, sangat effort bukan?:v

Akhirnya waktu itu pun tiba, waktu dimana kami menampilkan Syarahan Al Qur'an di panggung nasional, banyak yang melihat kami tampil dimulai dari teman-teman, dosen pendamping, bahkan direktur ditmawa dan wakil rektor USU juga melihat kami. Do'a kami hanya satu "Semoga bisa menampilkan yang terbaik" Qadarullah penampilan kami tidak mulus dan lancar karena pensyarah kami yang lupa di bagian tafsir arabnya. Kami pun tidak lolos ke babak final.

Awalnya rasa kecewa itu menghampiri dan sempat terlintas "Jika hanya untuk gagal, kenapa Allah membawaku sampai sejauh ini?" Tapi setelah aku mengkilas balik perjalanan ini, kalimat itu seakan-akan enyah karena begitu banyak pelajaran yang bisa kuambil dari sini. Di mulai dari gimana mengelola tim, saling menekan ego masing-masing, gimana caranya harus saling melengkapi satu sama lain. Tidak sampai disitu, aku juga bisa silaturahmi dengan awardee etos dari wilayah lain yaitu etoser ambon dan banjarmasin, bisa nambah relasi dengan anak-anak LDK ULM dan ikut project mereka ke panti dan yang pasti mendapatkan experience yang luar biasa.

Dari perjalanan ini aku sangat bersyukur dan yakin bahwa "Allah tidak akan membawaku sampai sejauh ini, hanya untuk gagal tanpa arti. Pasti ada rencana Allah yang jauh lebih baik telah dipersiapkan untukku." Semoga dari sini aku bisa terus melebarkan sayap untuk mencoba lebih banyak hal lagi.

Nur Fadillah
Written by Nur Fadillah
3 followers ยท 2 following

Menulis untuk tumbuh. Storyteller yang sedang belajar merawat dunia, cerita, gagasan, dan ilmu lewat kata-kata๐ŸŒป๐Ÿ“–

Nur Fadillah
Written by Nur Fadillah
3 followers ยท 2 following

Menulis untuk tumbuh. Storyteller yang sedang belajar merawat dunia, cerita, gagasan, dan ilmu lewat kata-kata๐ŸŒป๐Ÿ“–

Explore more

  • Menjaga Alam, Menyayangi Diri: Perjalanan dari Sekadar Tinggal Menjadi Peduli
  • Quotes Bijak๐Ÿ–ค
  • Naik Kereta, Belajar Canva
  • Day 12- hal-hal yang kupelajari tanpa pernah mendaftar kelasnya.
  • Bu Ichi

Responses (0)

Join the Discussion

Sign in to share your thoughts and engage with the community.

Sign In to Comment

No Comments Yet

Be the first to share your thoughts on this article!

More from Nur Fadillah

Discover more insights from this author

Harapan Diantara Lumpur dan Gerombolan Kayu

Harapan Diantara Lumpur dan Gerombolan Kayu

Banyak rumah yang hancur, lumpur dan gelondongan kayu bertumpuk di mana - mana, mereka masih kesana kemari berhamburan m...

Dec 25, 2025
Wishlist Yang Menjadi Nyata

Wishlist Yang Menjadi Nyata

Aku jadi makin yakin sama skenario Allah yang jauh lebih baik, mungkin memang keinginan 2 tahunku baru tercapai sekarang...

Dec 20, 2025

Media Kebaikan Atau Sensasi Semata?

Makin kesini penggunaan medsos justru disalahgunakan oleh banyak orang, padahal medsos ini jika banyak yang menggunakann...

Dec 19, 2025
Luka Sumatera, Luka Kita Semuakan?

Luka Sumatera, Luka Kita Semuakan?

Dari sini tidak cukup kah menjadi bukti pak? Bahwa luka sumatera, juga luka kita semua kan? Sumatera juga bagian dari in...

Dec 18, 2025
Explore All Stories
Inisiator

A place where people share stories, build community, and inspire the future.

Founders Profile

Product

  • Features
  • Pricing
  • For Teams
  • Updates

Resources

  • Blog
  • About Us
  • Help Center
  • Community

Legal

  • Terms of Use
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy

Stay in the loop

Get the latest stories, updates, and creator insights delivered to your inbox.

© 2026 Inisiator by Jabbar A. P. (I'm open to work!)