Kanigara yang tumbuh di sekeliling rumah, terpaksa kita cabut hingga ke akarnya, karena ia tumbuh bersama belukar berduri. Indah, tapi juga menyakiti.
Beberapa waktu setelahnya, kita menatapi tanah kosong itu. Berandai-andai, "Bagaimana jika hanya belukarnya yang kita cabut? Apakah kanigara masih tumbuh indah dan subur di sana?"
Segala tanya lama menemui jawabnya. Perjalanan melupakan pun terasa amat melelahkan. Hingga tiba pada suatu masa, jawaban-jawaban pulang sendiri.
Kita pun menjadi tahu diri, mengerti, bahwa sudah begitu seharusnya. Kanigara dan belukar berduri adalah apa-apa yang berbeda. Mereka sempat tumbuh bersama. Tak mungkin bisa hidup salah satunya saja.
Keduanya harus mati, lalu tumbuh lagi. Menjadi yang baru.
Responses (1)
Join the Discussion
Sign in to share your thoughts and engage with the community.