Sekala, aku pernah membayangkan bahwa di suatu tempat—bukan tempat yang ramai, apalagi indah—ada seseorang yang sedang berjuang melawan luka yang tak kasat mata. Dia tersenyum di depan dunia, tetapi aku tahu, di balik senyum itu tersimpan perih yang dalam, luka yang mungkin tak akan benar-benar hilang. Ia adalah temanku. Seseorang yang menjadi korban dari orang yang seharusnya melindungi, tetapi justru menyakiti; ayahnya sendiri.
Saat aku tahu kisahnya, rasanya dadaku ikut sesak. Aku tidak tahu harus berkata apa, karena tidak ada kalimat yang cukup untuk menenangkan hati yang retak. Namun, di tengah kebisuan itu, aku sadar, mungkin aku tak perlu banyak bicara. Bisa jadi tugasku bukan untuk memperbaiki, melainkan untuk hadir.
Aku ingin menjadi seseorang yang ada untuknya, bukan karena kasihan, melainkan karena rasa peduli. Aku ingin menemaninya melewati hari-hari yang sulit, memastikan bahwa ia tidak berjalan sendirian di dunia yang keras ini. Aku ingin menjadi bahu tempatnya bersandar, telinga yang mendengar tanpa menghakimi, dan pelukan hangat yang membuatnya tahu bahwa masih ada tempat yang aman untuk bernapas.
Kadang aku hanya duduk di sebelahnya tanpa kata. Kami diam, tetapi diam itu terasa cukup. Karena dalam diam, ada pengertian yang tak perlu dijelaskan. Aku ingin ia tahu, meski masa lalunya kelam, masa depannya tidak harus begitu. Bahwa luka bukan akhir dari segalanya dan ia masih pantas untuk dicintai, dipercayai, dan dihargai.
Aku tahu peranku mungkin kecil, hanya seorang teman, bukan penyelamat. Akan tetapi, kalau kehadiranku bisa membuatnya merasa sedikit lebih ringan, kalau pelukanku bisa memberinya sedikit kehangatan di antara dinginnya dunia, maka aku akan terus berada di sana. Aku akan terus mencoba menjadi cahaya kecil yang menuntun langkahnya keluar dari kegelapan.
Jika suatu hari nanti aku melihatnya tersenyum dengan senyuman yang benar-benar tulus, yang lahir dari hati yang mulai pulih, aku akan tahu bahwa peranku di tempat itu, pada waktu itu, bukan sekadar kebetulan.
"Tuhan menakdirkan padamu apa-apa yang kamu butuhkan."
Responses (1)
Join the Discussion
Sign in to share your thoughts and engage with the community.
Bacanya pakai nada.