Kita sering kali ingin kembali menjadi anak-anak hanya karena menurut kita, anak-anak tidak punya beban seberat orang dewasa. Padahal, menurutku, kita sudah membawa beban itu sejak lahir.
"Semoga menjadi anak yang berguna bagi nusa dan bangsa."
"Semoga menjadi anak yang saleh."
"Semoga menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tua."
Pernah mendengar kalimat-kalimat di atas atau sejenisnya? Itulah alasan mengapa aku mengatakan bahwa kita sudah membawa beban-beban kehidupan sejak lahir.
Bukan, bukan aku tak tahu bahwa itu adalah harapan yang dikemas dalam doa. Hanya saja, kenapa kita tidak mendoakan para orang tuanya?
Misalnya dengan, "Selamat atas kelahiran anaknya. Semoga bisa menjadi ibu dan ayah yang bertanggung jawab, penuh kasih, dan ketulusan dalam menjaga titipan Tuhan."
Bisa pula dengan, "Semoga bisa menjadi orang tua yang sadar akan kewajiban dan hak anak-anaknya. Agar kelak, sang anak menjadi anak yang baik budi pekertinya karena dirawat dengan cinta kasih."
Jadi, berapa pun usianya, bagaimanapun statusnya, setiap manusia memiliki bebannya sendiri. Tugas kita hanyalah berusaha menjalani dengan semaksimal diri.
Responses (0)
Join the Discussion
Sign in to share your thoughts and engage with the community.
No Comments Yet
Be the first to share your thoughts on this article!