Kalau tahun 2025 harus diwakili oleh warna, maka untukku warnanya ada dua. Putih dan hijau tosca.
Putih datang lebih dulu.
Ia hadir sebagai sesuatu yang terasa baru, tapi juga menakutkan. Tahun ini aku masuk ke fase hidup yang belum pernah benar-benar kualami sebelumnya. Menjadi suami. Menjadi pasangan. Menjadi seseorang yang keputusannya tidak lagi berdiri sendiri.
Putih itu bukan kosong. Putih adalah halaman pertama. Bersih, tapi rentan. Setiap goresan terlihat jelas. Setiap kesalahan sulit disembunyikan.
Putih memaksaku jujur.
Tentang kelelahan. Tentang ketakutan. Tentang hal-hal yang dulu bisa kusepelekan, tapi sekarang harus kupikirkan matang-matang. Putih tidak memberi ruang untuk pura-pura. Ia terang. Terlalu terang, bahkan.
Di warna putih itu, aku belajar merapikan hidup. Mencatat keuangan. Menyusun rencana. Mengakui bahwa aku tidak tahu segalanya. Bahwa dewasa bukan tentang terlihat kuat, tapi tentang berani mengaku rapuh lalu tetap berjalan.
Lalu ada hijau tosca.
Hijau tosca tidak sekeras putih. Ia menenangkan. Ia seperti jeda napas di tengah keramaian. Warna ini mengingatkanku pada Inisiator, aplikasi storytelling yang sedang kukembangkan. Sebuah ruang kecil untuk bercerita tanpa harus berteriak.
Hijau tosca adalah niat baik yang pelan. Tidak agresif. Tidak ingin menang sendiri. Ia tumbuh, bukan menyerang.
Hijau tosca mewakili keinginanku untuk tetap hidup, bukan sekadar bertahan. Untuk mencipta, bukan hanya mengomentari. Untuk membangun sesuatu yang mungkin kecil, tapi jujur.
Di warna ini, aku ingin tetap waras. Tetap manusia. Tetap ingat bahwa cerita punya kekuatan bukan karena viral, tapi karena tulus.
Putih dan hijau tosca berjalan berdampingan di tahun ini.
Putih memberiku struktur.
Hijau tosca memberiku arah.
Putih menuntut tanggung jawab. Hijau tosca mengingatkanku pada makna.
Kadang keduanya bertabrakan. Ada hari-hari ketika putih terasa terlalu dingin, terlalu kaku. Ada hari-hari ketika hijau tosca terasa terlalu lembut, terlalu lambat. Tapi mungkin hidup memang seperti itu. Perlu keseimbangan antara disiplin dan empati. Antara rapi dan bernapas.
Tahun 2025 bukan tahun yang sempurna.
Tapi untuk pertama kalinya, aku merasa warnanya jelas. Tidak lagi abu-abu yang membingungkan. Tidak lagi gelap yang melelahkan.
Putih dan hijau tosca.
Awal yang jujur, dan niat yang tumbuh pelan.
Dan mungkin, selama aku masih bisa menjaga dua warna itu tetap ada, aku tahu aku masih berjalan ke arah yang benar.
Responses (0)
Join the Discussion
Sign in to share your thoughts and engage with the community.
No Comments Yet
Be the first to share your thoughts on this article!