Setelah sekian purnama tidak menulis dan hampir tidak bisa menyelesaikan tautan kaliini.... akhirnya aku mendapatkan hariini sebagai waktu yang bisa kumanfaatkan untuk menulis, semoga selesai sampai Day 27 dalam sekali duduk hariiini...
Kalau ditanya ingin berdiskusi dengan siapa banyak nama dan pilihan yang ingin ku ajak berdiskusi dan berdialog, namun aku tampaknya lebih senang dengan keheningan di masa muda yang tak seberapa ini, dan aku ingin mengajak Pohon berdialog menyampaikan keluh kesahku dan juga bertukar kondisi, serta saling menguatkan..
"Pohon, kamu kok baik banget sih?, padahal banyak yang ga menghargaimu sih menurutku, terus kenapa kamu baik?"
"pohon, kalau hariini aku menebangmu, apakah kau akan pasrah?"
"Pohon, kok diem aja sih?, kok kamu terus bekerja menyediakan oksigen? sedangkan aku sudah memegang kapak untuk menebangmu loh!!!"
"pohon, aku izin memanfaatkan kamu ya? are u ok? ikhlas kan?"...
pohon tak menjawab sedikitpun, namun dia terus memberikan udara segar sebagai alat utama bagi kehidupan manusia dan juga mahluk hidup lainnya...
Pohon selalu membalas kejahatan dengan kebaikan...,
Pohon tak pernah mengeluh, tak pula menggerutu....
tapi aku menyaksikan, bila pohon sudah tak ada di dunia ini, maka tunggu saja bencana menghampiri...
entah bagaimana dia berkerja, entah bagaimana konsistennya sebuah pohon, tapi dia tak pernah membahayakan mahluk hidup lainnya, dia terus memberikan sumber kehidupan bagai mahluk hidup di Bumi, pohonlah dasar dari kehidupan di bumi ini, namun kenapa Allah tak menciptakan mulut pada pohon?
Allah menjadikan pohon sebagai mahluk hidup yang tugasnya hanya menolong, tanpa pernah meminta imbalan apapun.
Pohon adalah tanda kesuburan suatu tanah, bagaimana dia tumbuh dan jenis pohon apa yang tumbuh akan memberikan sinyal ke mahluk hidup lainnya...
Dalam islam menanam pohon mendapatkan pahala yang begitu besar, dan bisa menjadi amal jariyah selama hasilnya di manfaatkan oleh mahluk hidup lainnya, menebangnya untuk dimanfaat secukupnya juga tak bermasalah asalkan kita juga kembali menanam bibit-bibit nya kembali...
Jadi? kapan kau dan aku menanam pohon?
Dialog ini memang sedikit aneh, karna bentuk dari jawaban pohon bukanlah kalimat, dia hanya menjawab semua pembicaraan ini dengan udara segar dan segala usahanya untuk menjaga bumi ini tetap sehat..
Kadang jawaban tak hanya didapatkan melalui kata-kata, tindakan dan hasil nyata bahkan bisa menjadi jawaban terbaik....
#Tautannarablog10
#Day15
Responses (0)
Join the Discussion
Sign in to share your thoughts and engage with the community.
No Comments Yet
Be the first to share your thoughts on this article!