Bukan hanya mata, ada hati yang tergores, ada aksi yang bercucur keringat, materi pun 'tak luput dari tirisan.
Mau mengeluh lelah, tapi lelah ini tidak sebanding dengan mereka. Mau semangat-in dan kasi sabar mereka, tapi jelas sabar mereka lebih luas dari pada kita. Ironi sekali.
Sabar sekali berhari-hari tidak makan
Sabar sekali berhari-hari tidak ada listrik dan jaringan internet
Sabar sekali berhari-hari bahkan tabah sekali melihat rumah beserta semua mebel dirumah terendam oleh banjir, ups bukan! Terendam lumpur padat. Laa Hawla wa Laa Quwwata Illa Billah
Begitulah setiap kali Mataku Melihat Medsos (Media Sosial).
Belum lagi melihat, mendengar, menonton berita-berita terbaru dari pemerintahan. It's such a fucking news. Ada aja gebrakannya, ada aja pernyataan KONYOL yang terlontar, ada aja kebijakannya yang tidak masuk ke nalarku. Ada aja yang buat greget, SETIAP HARI. Takut banget kalau ini akan menjadi sebuah normalisasi kejahatan. Kita menjadi menormalisasi karena itu menjadi makanan kita sehari-hari. Naudzubillah min dzaalik
Ini persatuan dukun ga ada yang mau santet oknum-oknum pemerintahan ini? Atau jajaran dedemit apa pada ga marah hunian pohon besarnya udah pada di tebang semua? Gelayarin, gih!
'Ga habis pikir akan terbuat dari apa hati mereka? Dzolim! Bagai anjing menggonggong tulang.
#day2 #tautannarablog11
Responses (0)
Join the Discussion
Sign in to share your thoughts and engage with the community.
No Comments Yet
Be the first to share your thoughts on this article!