Skip to main content

Loading...

Inisiator
Cerita Kami Komunitas
Masuk Mulai Sekarang
Selamat Datang di Inisiator
Temukan cerita menakjubkan
Beranda Cerita Kami Peringkat

Bahasa

ID
EN
Masuk Daftar

Di Tengah Perjalanan, Aku Belajar Berhenti Sebentar

Hari ini aku menulis bukan karena tahu semua jawabannya.

  1. Home
  2. /
  3. Articles
  4. /
  5. Di Tengah Perjalanan, Aku Belajar Berhenti Sebentar
Dec 21
6 min read
139 views
Author: Cecilion D Ace

Article Actions

Interact with this article

Clap
0 claps
Save
Add to bookmarks
Reading List
Add to reading list
Di Tengah Perjalanan, Aku Belajar Berhenti Sebentar

Day 4

Background Music

Stop This Train • John Mayer

0:00 0:00

Hari ini aku menulis bukan karena tahu semua jawabannya.

Aku menulis karena ada sesuatu yang ingin kupahami pelan-pelan.

Mungkin kamu juga sedang berada di titik yang sama

mencoba berdamai dengan hari, dengan kabar, dengan diri sendiri.

Tulisan ini bukan untuk menggurui.

Hanya catatan kecil, dari aku, untuk kamu.

Selamat datang di hari ke - 4 tentang Kebiasaan baruku tahun ini


Petualangan tahun ini membuatku banyak bergerak, mencoba, dan berlari ke sana-sini.Tapi di tengah semua itu, tubuhku meminta jeda sebelum nanti aku bercerita tentang orang-orang baru yang datang dan mengubah caraku melihat hidup.


Kalo di Day 3 kemaren aku menulis tentang hidup yang terasa seperti petualangan dan banyak hal di luar rencana, dan hal - hal tidak pernah kubayangkan sebelumnya.Aku menikmatinya.

Dan aku merasa hidup.

Tapi ternyataa,

petualangan tidak selalu tentang terus melangkah.Ada fase di mana perjalanan justru mengajarkanku untuk diam sebentar.

Beberapa bulan terakhir, aku mulai lebih sering berolahraga.

Bukan karena target besar.

Bukan juga karena ingin terlihat konsisten di mata siapa pun.

Aku hanya ingin kembali merasa hadir di tubuh sendiri.

Pelan-pelan.

Sore dan seringan di malam hari.

Aku memulainya tanpa ambisi.

Hanya easy run—1 atau 2 kilometer.Tidak mengejar jarak, tidak memaksa cepat.

Awalnya terasa canggung.

Napas belum rapi.

Langkah masih berat.

Tapi aku tetap keluar rumah.

Aku belajar bahwa datang itu lebih penting daripada sempurna.Bahwa bergerak sedikit lebih baik daripada tidak sama sekali.

Perlahan, tubuh mulai menyesuaikan diri.Langkah jadi lebih ringan.Napas tidak lagi seberisik dulu.Jarak pun bertambah.

Aku bisa berlari dan sampailah di 5 kilometer pertamaku. Setelahnya kadang berhasil dan seringnya juga tidak. Dan ada hari-hari di mana larinya hanya cukup sampai kepala terasa ringan.Itu saja sudah cukup.

Dari lari, aku belajar tentang kejujuran.Di sana, tidak ada yang bisa dipalsukan.Kalau lelah, ya lelah.Kalau kuat, ya lanjut.

Tidak ada penonton.Tidak ada validasi

(heleh kadang juga ajang upload seretapa).

Hanya aku dan tubuhku sendiri.

Sampai akhirnya, tubuh itu bicara lebih keras.

Satu insiden kecil yang awalnya terasa sepele,tapi cukup untuk membuatku harus berhenti.Cedera.Dan untuk pertama kalinya, aku benar-benar harus rehat dari lari.

Aku kesal.Bukan karena sakitnya,tapi karena rasanya seperti dipaksa berhenti saat aku baru saja menemukan ritme.

Namun di situlah aku mulai paham sesuatu yang penting.

Konsistensi bukan soal terus memaksa maju.Kadang, ia justru hadir dalam bentuk berhenti.Memberi waktu.Memberi ruang.

Aku belajar mendengarkan tubuh sendiri.Belajar menerima bahwa tidak semua progres harus terlihat.Bahwa diam sebentar bukan kegagalan.Bahwa rehat bukan kemunduran.

Sekarang,

berhenti tidak lagi kutakuti.Ia menjadi jeda yang jujur.Waktu untuk pulih tanpa terburu-buru.Tanpa marah pada tubuh yang meminta perhatian.

Aku masih ingin berlari lagi.Tentu.Tapi kali ini bukan untuk membuktikan apa pun.Melainkan untuk merawat.

Tahun ini mengajarkanku bahwa hidup bukan lomba.Dan tubuh bukan alat pembuktian.Ia rumah.Dan rumah tidak pernah seharusnya dipaksa.

Mungkin kamu juga sedang berada di fase yang sama.Dipaksa berhenti dari sesuatu yang kamu cintai.Bukan karena kamu lemah,tapi karena hidup ingin kamu belajar cara yang berbeda.


Setelah aku belajar berhenti dan mendengarkan diri sendiri,

dunia pelan-pelan membuka pintunya lagi.

Dan di sanalah, orang-orang baru mulai hadir

membawa cerita, pertemuan, dan pelajaran yang tak pernah kutemukan saat aku sibuk berlari sendirian.

Tag Cerita

#Day4 #Refleksi #Tautannarablog11 #Jeda #Pelan-pelan
Cecilion D Ace
Written by Cecilion D Ace
5 followers · 4 following

Minasan, kon'nichiwa! Watashi no chīsana sekai e yōkoso 😄🙃

Cecilion D Ace
Written by Cecilion D Ace
5 followers · 4 following

Minasan, kon'nichiwa! Watashi no chīsana sekai e yōkoso 😄🙃

Explore more

  • #Day4
  • #Refleksi
  • #Tautannarablog11
  • Masa Depanku
  • At Ease
  • Menjaga Alam, Menyayangi Diri: Perjalanan dari Sekadar Tinggal Menjadi Peduli

Responses (0)

Join the Discussion

Sign in to share your thoughts and engage with the community.

Sign In to Comment

No Comments Yet

Be the first to share your thoughts on this article!

More from Cecilion D Ace

Discover more insights from this author

Day 12- hal-hal yang kupelajari tanpa pernah mendaftar kelasnya.

Day 12- hal-hal yang kupelajari tanpa pernah mendaftar kelasnya.

Hari ini aku menulis bukan karena tahu semua jawabannya.

Dec 29, 2025
Day 11 — Orang-Orang yang Diam-Diam Mengubah Arahku

Day 11 — Orang-Orang yang Diam-Diam Mengubah Arahku

Hari ini aku menulis bukan karena tahu semua jawabannya.

Dec 28, 2025
Kita; Bukan Titik — Bagian II: Masih Di Kalimat yang Sama

Kita; Bukan Titik — Bagian II: Masih Di Kalimat yang Sama

ini bagian ke 2 dari cerita Abin dan Dira "https://inisiator.com/@ace_/kita-bukan-titik-i"

Dec 27, 2025
Setelah Bertemu, Aku Mulai Melihat dengan Cara yang Berbeda

Setelah Bertemu, Aku Mulai Melihat dengan Cara yang Berbeda

Hari ini aku menulis bukan karena tahu semua jawabannya.

Dec 24, 2025
Explore All Stories
Inisiator

Tempat orang berbagi kisah, membangun komunitas, dan menginspirasi masa depan.

Profil Pendiri

Produk

  • Fitur
  • Harga
  • Untuk Tim
  • Pembaruan

Sumber Daya

  • Blog
  • Tentang Kami
  • Pusat Bantuan
  • Komunitas

Legal

  • Syarat Penggunaan
  • Kebijakan Privasi
  • Kebijakan Cookie

Tetap terhubung

Dapatkan cerita terbaru, pembaruan, dan wawasan kreator langsung ke email Anda.

© 2026 Inisiator oleh Jabbar A. P. (Saya siap bekerja!)